SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN (DSS)

by alfiantanjung27

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.

Tugas ini disusun sebagai tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasi dengan judul SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN”  yang dimulai dari Pembuatan keputusan sampai sistem penunjang keputusan kelompok. Paper ini dibuat dari berbagai sumber yaitu buku dan internet yang dikhususkan untuk para mahasiswa gunadarma.

Terima kasih disampaikan kepada dosen mata kuliah Sistem Manajemen Informasi yang telah memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini.

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasi. adapun dari isi paper ini yang kurang mohon dimaafkan. Terima kasih

Penyusun

Alfian Tanjung

DAFTAR ISI

hal

Pengantar                                                                                            i

Daftar isi                                                                                              ii

Pendahuluan                                                                                     3

Pembahasan

a)                  Pembuatan keputusan                                                   3

b)                  DSS (Decision Suport system)                                    4

c)                  Jenis DSS                                                                              4

d)                 Tujuan dss                                                                            4

e)                  Cara penggunaan informasi dari dss                         4

f)                   Laporan                                                                                  5

g)                  Penggabungan manajemen                                            5

h)                  Pemodelan matematis                                                      5

i)                    Simulasi                                                                                   6

j)                    Keuntungan dan kerugian pemodelan                        6

k)                  Grafik komputer                                                                    6

l)                    Bahasa generasi keempat                                                   6

m)                Sistem penunjang keputusan kelompok                      7

PENUTUP                                                                                                   7

DAFTAR PUSTAKA                                                                              7

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

  1. PENDAHULUAN

Dalam suatu organisasi atau perusahaan diperlukan suatu tujuan dan sasaran (konsumen) yang akan dicapai untuk itu manajer harus menentukan bagaimana cara untuk memperkenalkan produk perusahaan kepada konsumen, hal ini yang menyebabkan bahwa manajer harus memiliki keputusan untuk menentukan tujuan dan siapa konsumen yang akan ditujuan.  System penunjang keputusan adalah bagian dari system informasi berbasis computer (termasuk system berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.

  1. PEMBAHASAN

1)        Pembuatan keputusan

Dalam pembuatan keputusan ada dua orang yang mengartikan pembuatan

Keputusan yaitu:

  1. Menurut Simon keputusan terbagi menjadi 2 yaitu Keputusan terprogram dan Keputusan tak terprogram Keputusan terprogram yaitu bersifat berulang-ulang dan rutin. pada suatu tingkat tertentu dan prosedur telah di tetapkan untuk menanganinya sehingga ia dianggap suatu denovo (yang baru) setiap kali terjadi. Keputusan tak terprogram yaitu bersifat baru, tidak terstruktur, dan biasanya tidak urut. Ia juga menjelaskan bahwa dua jenis keputusan tersebut hanyalah kesatuan ujung yang terangkai secara hitam putih, sifatnya begitu kelabu atau tak jelas, namun demikian konsep keputusan terprogram dan tak terprogram sangatlah penting, karna masingmasing memerlukan teknik yang berbeda. Kontribusi Simon yang lain adalah penjelasan mengenai empat fase yang harus di jalani oleh Manajer dalam menyelesaikan masalah, fase tersebut adalah :
  • Aktivitas intelegensi, yaitu mencari kondisi dalam lingkungan yang memerlukan pemecahan
  • Aktivitas disain, yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan tindakan yang akan dilakukan.
  • Aktivitas pemilihan, yaitu menentukan cara tindakan cara tertentu dari beberapa cara yang sudah ada.
  • Aktivitas peninjauan kembali, yaitu memberikan penilaian terhadap pilihan yang telah dilakukan.
  1. Mintzberg mengemukakan sepuluh peranan manajerial yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu  interpersonal, informasional, desisional.Peranan informasonal mengemukakan bahwa manajer mengumpulkan dan menyebarkan informasi, dan peranan desisional mengemukakan bahwa manajer menggunakan informasi dalam pembuatan berbagai jenis keputusan. Ada empat peranan desisional menurut mintzberg yaitu:
  • Pengusaha, ketika manajer berperan sebagai pengusaha (entrepreneur) maka peningkatan hal ini yang bersifat permanent diabadikan sebagai organisasi.
  • Orang yang menangani gangguan, ketika menajer berperan sebagai orang yang menangani gangguan (disturbace handler), maka ia akan memecahkan masalah yang belum di antisipasi. Ia membuat keputusan untuk merespon gangguan yang timbul seperti perubahan ekonomi, ancaman dari pesaing, dan adanya peraturan pajak baru.
  • Pengalokasi sumber, dengan peranan sebagai pengalokasi sumber (resorce alocator), manajer diharapkan mampu menentukan pembagian sumber organisasi kepada berbagai unit yang ada misalnya pembuatan keputusan untuk menetapkan anggaran operasi tahunan.
  • Negosiator, dalm peran sebagai negosiator (negotiator), manajer mengatasi perselisihan yang muncul dalam perusahaan dan perselisihan yang terjadi antara perusahaan dan lingkungannya. Contohnya melakukan negosiasi kontrak baru dengan serikat pekerja.

2)        DSS (Decision Suport system)

Pengembanag DSS berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna computer secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada mulanya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus melalui spesialis informasi. Timesharing membuka peluang baru dalam penggunaan computer. Tidak sampai tahun 1971, ditemukan istilah DSS, G Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang keduanya frofesor MIT, bersama-sama menulis artikel dalam jurnal yang berjudul “A Framework for Management Information System” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan keputusan manajemen. Gorry dan Scott Morton mendasarkan kerangka kerjanya pada jenis keputusan menurut Simon dan tingkat manajemen dari Robert N. Anthony. Anthony menggunakan istilah Strategic palnning, managemen control dan operational control (perencanaan strategis, control manajemen, dan control manajemen).

3)        Jenis DSS

Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS dilakukan oleh Steven L. Alter yang melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis DSS, yaitu :

  • Retrive information element (memanggil eleman informasi)
  • Analyze entries fles (menganali semua file)
  • Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
  • Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
  • Propose decision (menawarkan keputusan )
  • Make decisions (membuat keputusan)

4)        TUJUAN DSS

Dalam DDS terdapat tiga tujuan yang harus di capai yaitu :

  • Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur
  • Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut
  • Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi

Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah,

dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

5)        CARA PENGGUNAAN INFORMASI DARI DSS

Pada dasarnya dua pengguna informasi dari DSS oleh manajer, yaitu untuk               mendefinisikan masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pendefinisian masalah

adalah usaha definisi dari pendekatan system. Selanjutnya manjer menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasi. Hal ini merupakan usaha pemecahan menurut pendekatan sistem dan berkaitan denga fase disain dan pemilihan. Pada umumnya, laporan berkala dan khusus digunakan terutama dalam usaha definisi, dan simulasi dalam usaha pemecahan Laporan berkala dapat di rancang untuk menidentifikasi masalah atau masalah yang kemungkinan besar akan muncul, manjer juga melakukan query terhadap database untuk menemukan masalah atau mempelajari lebih jauh lagi mengenai masalah yang telah di identifikasi. Simulasi dapat juga membuka masalah yang tersembunyi, karena kelemahan terlihat ketika operasi perusahaan diubah secara matematis. Laporan berkala dan khusus dapat juga membantu manajer untuk memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi keputusan alternative, mengevaluasi dan memilih alternative tersebut, dan memberikan informasi lanjutan.

6)        LAPORAN

  1. Laporan berkala dan khusus yaitu laporan yang dibuat menurut jadwal tertentu contohnya adalah analis penjualan terhadap pelanggan perbulan.
  2. laporan lengkap dan ringkas yaitu laporan yang memberikan spesifikasi mengenai setiap tindakan atau transaksi dan baris yang mewakili tindakan atau transaksi disebut baris lengkap atau detail line sedangkan laporan ringkas atau summary report yaitu laporan yang menyertakan baris yang mewakili beberapa tindakan atau transaksi. Baris laporan biasanya di cetak dalam beberapa ururtan tertentu, filed yang berada dalam record data, yang disebut key filed atau control filed digunakan untuk mengurutkan record sebelum laporan tersebut dicetak.

7)        PENGGABUNGAN MANAJEMEN DENGAN PENGECUALIN KEDALAM LAPORAN

Kegunaan laporan sebagai alat pemecah masalah dapat ditingkatkan dengan

menggabungkan manajemen dan pengecualian. Hal ini dapat dilakukan dengan empat cara :

  • Menggunakan urutan laporan untuk menyorot pengecualian
  • Membuat laporan hanya jika terjadi pengecualian
  • Mengelompokan pengecualian bersama
  • Menunjukan varian dari norma

8)        PEMODELAN MATEMATIS

Model adalah abstrak dari sesuatu yang mewakili beberapa fenomena, yaitu objek dan aktivitas. Fenomena itu disebut entity.

  1. Model Ststis dan Dinamis adalah model yang tidak memasukkan waktu sebagai variabelnya. Dan berkaitan dengan situasi pada pada suatu saat tertentu sedangkan model dinamis ialah model yang memasukan waktu sebagai variabel, model ini mewakili tingkah laku entity sepanjang waktu.
  2. Model Probabilitik dan Deterministik adalah model tentang adanya peluang akan terjadi sesuatu. Pobabilitas mempunyai jangkauan 0,00 (untuk sesuatu yang tidak punya peluang) dan 1,00 (untuk sesuatu yang nyata-nyata terjadi) sedangkan model deterministic ialah kebalikan dari model pobabilitas
  3. Model Optimisasi dan Suboptimisasi adalah model yang menentukan pemecahan terbaik diantara altermatif yang ada. Agar supaya model tersebut dapat melakukan hal ini, masalah harus terstruktur dengan baik. Sedangkan model suboptimisasi yang seringkali disebut satisficing model ialah model yang memungkinkan manajer untuk melakukan serangkaian keputusan, dan model tersebut akan memproyeksikan penyelesaian. Model ini tidak mengidentifikasikan keputusan yang akan mennghasilkan penyelesaian yang terbaik, namun menyerahkan tugas tersebut kepada manajer.

9)        SIMULASI

Simulasi atau pemodelan ialah proses dari sebuah model yang mewakili entitynya. Skenario, digunakan untuk menjelaskan setting tempat terjadinya simulasi.

Variable keputusan, nilai input yang dimasukan manajer untuk mengukur dampak terhadap entity. Teknik simulasi dan Format output simulasi.

10)    KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMODELAN

Manajer yang menggunakan model matematis dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut :

  • Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar
  • Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
  • Model memberikan daya peramalan
  • Model membutuhkan biyaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error.

Sedangkan kerugian model adalah Sulitnay pemodelan system bisnis yang akan menghasilkan model yang tidak dapat menangkap semua pengaruh pada entity. Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi

11)    GRAFIK KOMPUTER

Setiap manajer pada umumnya harus mempunyai kemampuan membuat grafik.

Namun demikian, pada kenyatannya, riset menyatakan bahwa penggunan grafik ternyata tidak selalu lebih baik dari pada pengguna table. Grafik nampaknya lebih baik dalam situasi tertentu, seperti :

  • Mencari ringkasan data yang cepat
  • Mendeteksi trand masa lalu
  • Membandingkan point dan pola variable yang berbeda
  • Meramal aktivitas masa mendatang
  • Mencari kesan yang relative sederhan adari sejumlah besar informasi yang ada

12)    BAHASA GENERASI KEEMPAT

Sofware dimasukan kedalam perpustakaan software DSS untuk menghasilkan tiga jenis output. Pada mulanya, satu-satunya cara ialah dengan mengkode program dengan bahasa pemograman. Dengan munculnya trend end-user computing, maka lahirlah bahasa yang baru yang dinamakan fourth-generatioan language (bahasa generasi keempat) atau 4GL

  1. Bahasa Pemodelan dibuat untuk membuat tugas pembentukan model menjadi lebih mudah dari pada menggunakan bahasa berorientasi salah satu bahasa pemodelan yang pertama adalah GPSS (General Purpose simulation system) yang dikembangkan IBM pada awal tahun 1960-an
  2. Bahasa Tingkat Sangat Tinggi biasanya digunakan untuk menjelaskan bahasa pemograman, seperti APL, yang menawarkan kesingkatan dan daya di atas dan melebihi apa yang bisa dilakukan oleh bahasa konversional.
  3. Generator aplikasi menghasilkan program aplikasi seperti inventarisasi dan penggajian tanpa pemograman
  4. Penulisan Laporan dirancang secara khusus untuk membuat laporan
  5. Generator Grafik yang juga disebut graphics package digunakan untuk menampilkan atau mencetak data dalam berbagai macam bentuk grafik.
  6. Bahasa Query Database yaitu bahasa yang memungkinkan kita untuk menampilkan data dari berbagai table dari beberapa bentuk Kriteria.

13)    SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN KELOMPOK

System penunjang keputusan kelompok atau group decision support system (GDSS) ialah kombinasi dari Komputer, komunikasi, dan teknologi keputusan dan yang digunakan untuk menemukan, merumuskan, dan memecahkan masalah dalam pertemuan kelompok. Tujuan GDSS adalah untuk pertukaran ide, opini, dan preferensi dalam kelompok.

  1. PENUTUP

Kesimpulan:

Dalam mengambil keputusan dalam suatu perusahaan diperlukan berbagai observasi yang harus dilakukan manajer agar keputusan tersebut baik bagi perusahaannya. Hal ini yang menyebabkan munculnya sistem yang dinamakan decision support system yang bertujuan untuk membantu para manajer untuk memecahkan suatu permasalahan yang terjadi pada perusahaan atau organisasinya.

  1. DAFTAR PUSTAKA

Sumber:

  1. staff.uny.ac.id/system/files/pengabdian/abdurrohman-drs…/spk3.pdf
  2. wikipedia