SIKLUS HIDUP SISTEM

by alfiantanjung27

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.

Tugas ini disusun sebagai tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasidengan judul “SIKLUS HIDUP SYSTEM”  yang dimulai dari siklus hidup system sampai pengarus baru pada siklus hidup sistem. Paper ini dibuat dari berbagai sumber yaitu buku dan internet yang dikhususkan untuk para mahasiswa gunadarma.

Terima kasih disampaikan kepada dosen mata kuliah Sistem Manajemen Informasi yang telah memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini.

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasi. adapun dari isi paper ini yang kurang mohon dimaafkan. Terima kasih

Penyusun

Alfian Tanjung

DAFTAR ISI

hal

Pengantar                                                                                            i

Daftar isi                                                                                             ii

PENDAHULUAN                                                                             3

PEMBAHASAN

  1. Siklus hidup system                                                          3
  2. Pengelolaan siklus hidup                                                   3
  3. Fase perencanaan                                                              4
  4. Fase analisis dan desain                                                    5
  5. Fase implementasi                                                             6
  6. Fase operasi                                                                       7
  7. Pengaruh yang baru pada siklus hidup system                 7

PENUTUP                                                                                          9

DAFTAR PUSTAKA                                                                                    9

SIKLUS HIDUP SYSTEM

PENDAHULUAN

Manager perusahaan tidak dapat menggunakannya untuk mengukur kemajuan CBIS‐nya. Namun demikian, komputer lebih canggih selama kurun waktu dan bahwa perusahaan harus dapat mencapai tingkat kecanggihan tertentu dalam bidang pengontrolan, integrasi, dan administrasi data sebelum ia mempunyai keinginan agar penggunaan komputernya mencapai kematangan.

PEMBAHASAN

  1. Siklus hidup system

Siklus hidup system adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Tahap-tahap siklus hidup ada empat fase yaitu

  1. fase perencanaan, yang merupakan tanggung jawab manajer, manajer mendefinisikan masalah yang akan dipecahkan atau tujuan yang akan dicapai, dan spesialis informasi memberikan dukungan kepadanya dan diperlukan pengontrolan atas proses yang dijalankan oleh spesialis informasi.
  2. Fase analisis dan disain adalah studi mengenai system yang dilakukan oleh analis system.
  3. Fase penimplementasian melibatkan semua spesialis informasi yang menyusun sumber yang diperlukan.
  4. Fase pengoprasian, spesialis informasi terutama operator, menjadikan sumber agar dapat digunakan oleh pemakai.
  1. Pengelolaan siklus hidup

Saat sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya. Ketika lingkup sistem menyempit dan fokusnya lebih operasional, kepemimpinan akan dipegang oleh eksekutif tingkat yang lebih rendah seperti wakil direktur utamaataupun direktur bagian administrasi. Komite yang memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan disebut komite pengarah, komite pengarah yang mengarahkan penggunaan sumber daya komputer perusahaan dinamakan komite pengarah SIM.

Komite Pengarah SIM, melaksanakan 3 fungsi utama yaitu:

  • Menetapkan kebijakan
  • Menjadi pengendali keuangan
  • Menyelesaikan pertentangan

Tujuan komite pengarah adalah untuk memberikan pedoman pelaksanaan, pengarahan, dan pengontrolan . Bila perusahaan menetapkan steering committee dengan tujuan untuk mengarahkan penggunaan sumber komputerisasi perusahaan, maka biasanya akan digunakan istilah SIM committee (komite SIM). Fungsi dari komite SIM adalah untuk menetapkan kebijaksanaan guna untuk memastikan dukungan komputer terhadap tujuan perusahaan.

Manfaat dari perencanaan proyek CBIS

1)      Mendefinisikan lingkup proyek: membantu estimasi awal dalam menentukan skala sumber yang dibutuhkan.

2)      Mengetahui bidang masalah yang potensial: dapat mengetahui hal yang mungkin akan mengalami masalah, sehingga dapat mencegahnya.

3)      Mengatur urutan tugas: disusun dalam urutan yang logis berdasarkan prioritas informasi dan keperluan efisiensi.

4)      Memberikan dasar pengontrolan: sebelumnya tiap team proyek harus mendefinisikan apa yang perlu dikerjakan, siapa yang akan mengerjakan, dan kapan pekerjaan itu akan dilakukan. Tim menyampaikan ini pada komite SIM, sehingga komite dapat melakukan pengontrolan seluruh proyek tersebut.

Dua cara perencanaan alternatif untuk melakukan proyek CBIS adalah

  1. Objective orientation (orientasi tujuan) digunakan bila CBIS gagal dilakukan.
  2. Problem orientation (orientasi masalah) digunakan system yang telah ada hanya perlu dimodifikasi agar dapat menangani masalah lebih baik
  1. Fase perencanaan
    1. Mengenali masalah, CBIS yang diprakarsai eksekutif memiliki dua karakteristik yaitu, mempunyai cakupan yang luas dan berpengaruh terhadap tampilan jangka panjang perusahaan.Permintaan pelaksanaan proyek CBIS berasala dari manajer tingkat bawah. Karena tiap hari mereka berhubungan dengan system mereka, sehingga lebih tau kesulitan dan peluang yang ada.Spesialis informasi bekerja di balik layar, sehingga tidak mengetahuai adanya masalah pada proyek CBIS. Sehingga ia membutuhkan bantuan dari orang lain yang mengetahui adanya masalah.
    2. Mendefinisikan masalah, adalah mengidentifikasi dimana masalah itu berada dan apa kesalahan umumnya lalu mencari pemecahannya. JIka manajer tidak ingin melakukan end‐user computing, maka ia meminta bantuan kepada spesialis informasi.
    3. Menyusun tujuan system, yaitu menentukan kebutuhan informasi. Dan menentukan kriteria penampilan CBIS yaitu standart penampilannya.
    4. Mengidentifikasi keadaan system, merupakan operasi jika banyak kendala yang biasanya diakibatkan oleh lingkungan luar. Sebaiknya semua kendala diidentifikasi sebelum pekerjaan CBIS dimulai. Agar, disain CBIS bisa diarahkan untuk mengatasi kendala tersebut.
    5. Melakukan studi kelayakan, yaitu  Analisis system mengumpulkan informasi untuk melakukan studi kelayakan. Sehingga manajer dapat memecahkan masalah yang telah didefinisikan atau mencapai tujuan yang diinginkan. Lima dimensi kelayakan proyek:
  • Teknis : computer dapat mekalukan proses yang diperlukan.
  • Ekonomis : Sistem dapat diatur secara ekonomis.
  • Resmi
  • Oprasional : system akan dan dapat menerima dukungan dari user.
  • Terjadwal : untuk mengimplementasikan system tidak ada kendala waktu.
  1. Membuat proposal proyek studi, yaitu Studi system akan memberikan dasar yang lengkap untuk disain system baru, mengenai apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Proposal proyek studi terdiri dari:
  • Bagian 1‐3 pendahuluan, masalah, tujuan, dan kendala.
  • Bagian 4 menjelaskan kemungkinan pemecahan masalah dalam sistem dan alternatif.
  • Bagian 5 penjelasan lebih mendetail alernatif yang cocok pada suatu keadaan tertentu.
  • Bagian 6 menjelaskan pengaruh positif dan negatif sistem pada suatu perusahaan.
  • Bagian 7 menggambarkan rencana implementasi umum.
  • Bagian 8 mengidentifikasi tugas pelaksanaan studi dan dana yang dibutuhkan.
  1. Menyetujui atau tidak proyek studi, yaitu membuat keputusan menyetujui atau tidaknya proyek CBIS.
  2. Menetapkan mekanisme pengontrolan, yaitu mengontrol  proyek dilakukan agar dapat dipastikan bahwa biaya dan waktu memadai.
  • Apa yang perlu dilakukan Komite SIM menggunakan studi kelayakan untuk mengidentifikasi pekerjaan yang akan dijalankan.
  • Siapa yang akan melakukannya CIO, yang mewakili komite SIM, selanjutnya memutuskan siapa yang akan melakukan tiap‐tiap pekerjaan subsistem.Spesifikasi disain umum mengidentifikasi jenis pekerja yang dibutuhkan.
  • Kapan pekerjaan akan dilakukan Pengetahuan mengenai tugas. Hal ini memungkinkan CIO bisa memperkirakan jumlah waktu yang akan digunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut.
  1. Fase analisis dan desain
    1. Mengumumkan proyek studi, yaitu mengimplementasikan jenis aplikasi komputer yang baru.
    2. Staf untuk proyek studi, yaitu staf atau beberapa team proyek yang akan melakukan studi sistem.
    3. Mendefinisikan Keperluan Informasi, yaitu Analisis pengumpulan informasi mengenai kebutuhan informasi dari pemakai. Analisis tersebut adalah dengan melakukan :
  • Interview Perorangan
  • Obeservasi
  • Pencarian Record
  • Survey
  1. Mendefinisikan kriteria penampilan sistem, yaitu kebutuhan informasi untuk manajer telah didefinisikan, maka sekarang dimungkinkan untuk menentukan dengan tepat apa yang harus dilakukan CBIS. Ini adalah kriteria penampilan yang telah dinyatakan secara umum pada waktu fase perencanaan.
  2. Merancang subsistem secara lengkap, yaitu dalam merancang subsistem secara lengkap, analisis  menggunakan alat dokumentasi yang dijelaskan dalam lampiran. Kombinasi alat yang baik terdiri atas:
  • Diagram arus data untuk mendokumentasikan pemrosesan dengan cara yang ringkas
  • Bahasa Inggris terstruktur untuk mendokumentasikan pemrosesan secara lengkap
  • Kamus data untuk mendokumentasikan data.
  1. Mengidentifikasi konfigurasi peralatan alternative, yaitu menentukan konfigurasi peralatan komputerisasi, yang akan memungkinkan program dapat menjalankan pemrosesan dengan cara yang efisien. Penentuan atau pemilihan ini adalah proses yang urut, yang dimulai dengan pengidentifikasian berbagai macarn kombinasi pefalatan yang dapat menjalankan tiap program.
  2. Mengevaluasi konfigurasi alternative, yaitu analisis, yang bekerja sama dengan manajer, mengevaluasi tiga alternatif entri pesanan. Salah satu yang terpilih adalah yang paling cocok bagi subsistem dalarn mencapai tujuannya. Namun ia mempunyai kendala. Subsistem yang lain dievaluasi dengan cara yang sama. Di sini analisis dan manajer mengidentifikasi konfigurasi terbaiknya. Kemudian, mereka harus mempertimbangkan semua subsistem secara bersamasama untuk rnengidentifikasi sebuah konfigurasi yang dapat rnemberikan dukungan terbaik bagi sistem secara keseluruhan.
  3. Menentukan konfigurasi yang terbaik, yaitu analisis evaluasi semua konfigurasi subsistem dan mengatur kombinasi peralatan, sehingga semua subsistem akan sesuai dengan satu konfigurasi.
  4. Membuat proposal proyek pengimplementasian, yaitu mengalokasikan dana tambahan untuk menutup biaya pada fase pengimplementasian, analisis harus melakukan pengaturan yang akan dilakukan. Analisis membuat implementation project proposal (proposal proyek pengimplementasian) yang memberikan kerangka bagi pekerjaan yang akan dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biaya.
  5. Menyetujui atau Tidak Menyetujui Proyek Pengimplementasian, yaitu pelaksanaan studi sistem, CIO terus memberikan informasi kemajuan kepada komite SIM.
  6. Melengkapi Dokumentasi Sistem, yaitu Adanya kesetujuan terhadap pengimplementasian menunjukkan bahwa usaha analisis dan disain berhasil. Langkah terakhir adalah melengkapi dokumentasi yang memberikan hubungan komunikasi kepada fase implementasi.
  1. Fase implementasi
    1. Merencanakan implementasi, merupakan mekanisme pengontrolan ditetapkan pada akhir fase perencanaan dalam bentuk grafik atau diagram. Mekanisme pengontrolan terus diperbaharui dan dibuat lebih lengkap.
    2. Mengumumkan proyek implementasi, yaitu proyek Implementasi diumumkan kepada para pekerja seperti cara mengumumkan studi sistem. Tujuannya untuk menghilangkan kekhawatiran kekhawatiran para pekerja.
    3. Mengorganisir staff pelayanan informasi, merupakan bidang administrasi komunikasi data dan database mengembangkan desain, maka dilakukan usaha perekrutan dan training untuk mendapatkan staf pemrograman sesuai dengan kebutuhan jumlah dan keterampilan yang direncanakan. Sekarang, programmer dimasukkan ke dalam team proyek.
    4. Menentukan computer, meliputi
  • Meminta Proposal
  • Proposal dari pemasok
  • Pemilihan pemasok
  1. Membuat perpustakaan software, yaitu memutuskan untuk membuat sendiri software aplikasinya, maka programmer menggunakan dokumentasi yang dibuat oleh analisis sistem sebagai point awal. Programmer mungkin akan membuat dokumentasi yang lebih detail
  2. Membuat database, yaitu membuatan database jika (1) pemisahaan sedang melakukan perubahan dari sistem file manual menjadi sistem dengan media komputer, (2) file tersebut jumlahnya besar, (3) file tersebut berisi data yang sangat lama. Dan (4) beberapa data belum diurus pada waktu lalu. Administrator database (DBA) bertanggung jawab atas semua fase aktivitas database. Bila skema database telah dibuat maka DBA dapat memberikan pedoman pemilihan DBMS kepada komite SIM mengenai DBMS mana yang terbaik, dan selanjutnya komite membuat keputusan. Bila keputusan ini telah dibuat, DBA melakukan pembuatan database dan memberikan training kepada pemakai.
  3. Mendidik peserta dan pemakai, meliputi
  • Pendidikan internal
  • Pendidikan Lingkungan
  1. Membuat fasilitas fisik, yaitu Pekerjaan yang diperlukan untuk membuat fasilitas fisik guna menempatkan komputer tergantung pada jumlah dan jenis hardware yang diperlukan. Bila hanya akan menginstal beberapa unit tambahan, maka mungkin mereka dapat ditempatkan dalam area yang telah ada.
  2. Mengganti dengan sistem yang baru, yaitu Proses penghentian penggunaan sistem lama dan memulai penggunaan sistem baru disebut cutover. Ada tiga cara pokok, yaitu
  • Segera : Cara yang paling sederhana adalah dengan mengubah sistem lama menjadi sistem baru pada hari yang telah ditentukan
  • Bertahap : Jika keseluruhan sistem tidak dapat diubah sekaligus, maka ia dapat dibagi ke dalam subsistem dan mengubah tiap subsistem pada waktu yang berlainan.
  • Paralel : Sistem yang lama masih terus digunakan sampai sistem yang baru secara penuh dapat dioperasikan. Cara ini memberikan keamanan yang tinggi dalam penjagaan kegagalan, namun biayanya paling mahal, sebab ada dua set sumber yang harus dipelihara. Keuntungannya adalah bahwa dengan cara ini masalah yang ada dalam sistem baru sepenuhnya dapat ditiadakan dengan menggunakan data hidup, sebelum sistem yang lama dilepas. Bila penggantian ini telah berhasil diselesaikan, maka dimulailah fase operasi.
  1. Fase operasi

Sesudah penggantian, yaitu jika sistem baru sudah terpasang, maka dilakukanlah post implementation review untuk mengevaluasi sejauh mana sistem tersebut memenuhi criteria penampilan. Tinjauan ini diulangi terus, mungkin secara tahunan, sepanjang kehidupan operasi sistem tersebut.

  1. Pengaruh yang baru pada siklus hidup sistem

Siklus hidup sistem bersifat sangat tradisional. Semua perencanaan dilakukan, diikuti dengan semua analisis, dan kemudian semua disain. Akhir‐akhir ini ada dua inovasi dalam pengembangan sistem yang mempunyai pengaruh atas cara tradisional tersebut. Pengaruh tersebut adalah prototyping dan CASE.

  1. PROTOTYPING, yaitu ide mengenai bagaimana sistem dalam bentuk lengkapnya nanti akan berfungs. Hal ini paling cocok diterapkan untuk situasi dimana pemakai tidak mengetahui sepenuhnya. Dengan adanya prototip, pemakai lebih dapat mengetahui kemungkinan yang ada, dan dengan adanya pemahaman yang lebih baik ini.

a)      Langkah prototyping meliputi:

  • Mengidentifikasi kebutuhan pemakai
  • Mengembangkan prototip
  • Mengevaluasi prototip
  • Memberi kesempatan pada pemakai untuk mengenal sistem ini.
  • Menentukan apakah prototip tersebut dapat diterima: Pemakai membeii. Masukan kepada analis
  • Merevisi prototip: Analis dan programmer mengubah prototip tersebut sesuai dengan saran dari
  • Menggunakan prototip atau menggantinya dengan sistem operasional

b)      Daya Tarik Prototyping meliputi:

  • Keterlibatan pemakai yang lebih baik
  • Pendefinisian keperluan yang lebih baik
  • Dapat bekerja dengan lebih cepat
  • Perancangan proses online
  • Penentuan kelayakan proyek
  • Pengujian teknologi dan alat yang baru

c)      Kesulitan Pelaksanaan Prototyping meliputi:

  • Pelaksanaan pengontrolan atas wilayah proyek
  • Pengelolalan perubahan terhadap system
  • Kurangnya pedoman yang baku
  • Tidak cukupnya kontrol pengembangan
  • Tidak cukupnya kontrol aplikasi
  • Kurangnya dokumentasi
  •  Ketidakmampuan menggunakannya sebagai sistem operasional
  • Tak ada daftar pekerjaan yang baku
  • Penyimpangan arah end‐user
  1. CASE, yaitu cara baru untuk menerapkan komputer. Suatu area yang telah nampak seperti target yang diinginkan adalah tujuan dari kinerja spesialis dalam mengembangkan CBIS. Analisis system menggunakan sebagian besar waktunya untuk mendokumentasi, dan programmer serta DBA juga menggunakan sebagian besar waktunya untuk menjalankan produknya. Selama akhir tabun 1980‐an, pekerjaan bidang ini menghasilkan sejumlah besar alat pengembangan sistem berdasarkan komputer yang tersebar di pasaran. Istilah CASE, digunakan untuk menjelaskan alat tersebut. Software engineering adaiah proses pembuatan dokumentasi dan software secara evolusioner, proses siklus hidup yang dikelola untuk mencapai tujuan tertentu.

a)      Kategori Alat yang dikembangkan penggunaannya dalam perencanaan, anaiisis, disain, dan implementasi. Sebagian besar aktivitasnya terjadi pada area disain dan anaiisis. Aktivitas lainnya ditujukan pada fase pengimplementasian, dimana alat seperti knowledgeware’s Gamma dan Pansophic System’s Telon digunakan untuk menghasilkan kode komputer. Istilah back‐end dan lower‐CASE digunakan untuk mendeskripsikan alat implementasi ini. Sebagian kecil aktivitas ditujukan pada fase perencanaan, namun alat CASE, Texas Instrument’s IEF (Information Engineering Facility), dapat digunakan untuk perencanaan, anaiisis, disain, dan implementasi.

b)      Keuntungan Menggunakan CASE. CASE adaiah aiat yang sangat baru, sehingga perusahaan belum dapat melihat bukti produktivitasnya seperti yang diharapkan. Namun, yang dilihat perusahaan hanyalah perpindahan fase muatan kerja dari fase dalam siklus hidup sistem menjadi fase baru. Dengan menyediakan waktu lebih banyak pada fase perencanaan, anaiisis dan disain, perusahaan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tahap pengimplementasian. Perusahaan percaya bahwa ia akan dapat menghemat waktunya selama fase operasi karena pemeliharaan sistem lebih mudah.

PENUTUP

Kesimpulan:

Siklus hidup system merupakan penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Untuk itu diperlukan beberapa tahap untuk mengembangan penerapan system tersebut, untuk itu para manajer memberikan beberapa pengarah agar proses pengendalian perusahaan berjalan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber:

  1. sitialiyah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8409/Minggu+7.ppt
  2. farida.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20011/siklus+hidup.pdf