Alfiantanjung's Blog

Just another WordPress.com site

Analisis Laporan Keuangan

Analisis Laporan Keuangan
Penjualan Tahun 2000 = 41.366

Penjualan Tahun 2001 = 40.990

Penjualan Tahun 2002 = 40.843

1. a. Penjualan Tahun 2000 – 2001
Jadi, penjualan tahun 2000 – 2001 =  40.990 / (41.366 + 40.990) = 0,49 atau 49 %
b. Penjualan Tahun 2001 – 2002
Jadi, penjualan tahun 2001 – 2002 = 40.843 / (40.990 + 40.843) = 0,49 atau 49%

2. Analisis Horizontal untuk neraca

Harta 2001 2002 Jumlah %
Harta Lancar 1000 2000 3000 100%
Harta Tetap 1500 2500 4000 66,67%
Harta Tidak berwujud 2000 1500 3500 25%
Total Harta 4500 5500 10000 22,22%
Hutang
Hutang Jangka Pendek 300 200 500 33,33%
Hutang Jangka Panjang 250 300 550 20%
Total Hutang 550 500 1050 9%
Modal 3950 5000 8950 26,5%

kritik dan saran

kritik: dalam mengajar kalau bisa lebih semangat lagi udah enak sih dosen ALK sekarang gaul abiz…..

saran: lebih semangat lagi dalam mengajar

15 soal analisis loparan keuangan

Soal analisis laporan keuangan (15 soal)

1. Dibawah ini adalah macam-macam rasio berdasarkan sumber datanya, kecuali: D

a. Rasio neraca

b. Rasio rugi/laba

c. Rasio antar laporan

d. Rasio aktivitas

2. Leverage keuangan adalah: B

a. Penggunaan piutang

b. Penggunaaan hutang

c. Penggunaan persediaan

d. Penggunaan bahan baku

3. Dibawah ini adalah prinsip-prinsip akuntansi kecuali: C

a. Kesatuan usaha

b. Kesinambungan

c. Independen

d. Konsisten

4. Tujuan analisis keuangan yaitu:A

a. Untuk investasi saham

b. Untuk auditing

c. Untuk kegiatan produksi

d. Untuk kegiatan distribusi

5. Likuiditas adalah: B

a. menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasikan

b. menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi

c. menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu

d. menunjukan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga atas hutangnya

6. apakah yang menyebabkan adanya perubahan modal: D

a. adanya proses produksi

b. adanya proses pembelian

c. adanya proses konsumsi

d. adanya laba usaha

7. sebutkan macam-macam rasio likuidasi yaitu: B

         a.       Total Debt To Equity Ratio

         b.      Current Ratio

         c.       Return On Equity (ROE

        d.      Net Profit Margin

 8. Sebutkan rumus rasio lancar: A

a. Rasio lancar = aktiva lancar / hutang lancar

b. Rasio lancar = hutang lancar + aktiva lancar

c. Rasio lancar = aktiva lancar – hutang lancar

d. Rasio lancar = hutang lancar x aktiva lancar

9. Operating profit margin yaitu: C

a. kecepatan berputarnya total asset dalam suatu periode tertentu

b. penambahan bunga setelah pajak dalam pembilang dari rasio

c. perbandingan antara laba kotor usaha dan penjualan

d. ukuran yang paling komprehensif untuk menilai hasil kerja perusahaan

10. sebutkan rumus Price to Earnings Ratio yaitu: A

a. Price to Earnings Ratio = Current Price / Earnings per Share

b. Price to Earnings Ratio = Current Price x Earnings per Share

c. Price to Earnings Ratio = Current Price – Earnings per Share

d. Price to Earnings Ratio = Current Price + Earnings per Share

11. Unsur-unsur laporan rugi/laba yaitu, kecuali: C

a. Pendapatan dari penjualan

b. Rugi/laba kotor

c. Pembelian

d. Rugi/laba bersih

12. Tujuan dilakukan analisa keuangan yaitu, kecuali: B

a. Ingin mengetahui profitabilitas perusahaan

b. Ingin mengetahui rentabilitas perusahaan

c. Ingin mengetahui solvabilitas perusahaan

d. Ingin mengetahui likuiditas perusahaan

13. Rasio cepat yaitu: D

a. kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

b. kemampuan perseroan dalam mempertahankan usahanya dalam jangka waktu panjang

c. kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajiban lancarnya yang diukur dengan menggunakan perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar.

d. sebuah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aktiva lancar untuk menutupi utang lancarnya.

14. Rumus untuk mendapat rasio cepat yaitu: C

a. Rasio cepat/rasio cair = aktiva lancar + persediaan – utang lancar

b. Rasio cepat/rasio cair = aktiva lancar x persediaan / utang lancar

c. Rasio cepat/rasio cair = aktiva lancar – persediaan – utang lancar

d. Rasio cepat/rasio cair = aktiva lancar + persediaan + utang lancar

15. Cash flow yaitu: A

a. sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan

b. sejumlah uang kas yang keluar sebagai akibat dari kegiatan operasi perusahaan

c. sejumlah uang kas yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan

d. sejumlah kerugian sebagai akibat dari aktivitas perusahaan

Laporan rugi\laba

Neraca Saldo

 

No Nama Akun Debet Kredit
Kas 7.550.000
Piutang Usaha 500.000
Perlengkapan 200.000
Sewa dibayar di muka 650.000
Peralatan 2.281.500
Hutang Usaha 3.465.000
Modal 7.550.000
Prive 150.000
Pendapatan jasa 1.700.000
Beban Gaji 1.250.000
Beban sewa 133.500
12.715.000 9.500.000

 

 

Laporan Laba Rugi

PT. Mater Komputer

Per 31 Desember 2011

 

 

Pendapatan                           

            Pendapatan Jasa                                                       Rp. 1.700.000

 

Biaya

            Beban Gaji     Rp. 1.250.000

            Beban Sewa   Rp. 133.500

                        Total Beban                                                   Rp.(1.383.500)

 

Laba Bersih                                                               Rp. 316.500

 

 

LAPORAN KEUANGAN (Neraca)

Laporan Perubahan Modal

PT. Master Komputer

Per 31 Desember 2011

Modal Awal                                                                           Rp. 7.550.000

Laba Bersih               Rp. 316.500

Prive                           Rp. (150.000)

            Penambahan Modal Akhir                                      Rp. 166.500

Modal Akhir                                                        Rp. 7.716.500                                    

Neraca

PT. Master Komputer

Per 31 Desember 2011

Aktiva                                                                             

Aktiva Lancar                                                          

            Kas                              Rp.7.550.000

            Piutang Usaha           Rp.500.000

            Perlengkapan            Rp. 200.000

            Sewa dibayar diMuka Rp. 650.000         

Aktiva Tetap

Peralatan                    Rp. 2.281.500

 

Total Aktiva                           Rp. 11.181.500          

               Passiva

Hutang Usaha            Rp. 3.465.000

 

Modal Akhir              Rp.7.716.500

Total Passiva              Rp. 11.181.500

Laporan Keuangan Permata Bank

Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
Neraca
PT BANK PERMATA Tbk
PERMATA BANK TOWER I JL.SUDIRMAN KAV.27 JAKARTA
Telp. 021-5237899, 5237999
dahulu PT BANK BALI, Tbk s/d OKTOBER 2002per September 2011 dan 2010

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pos-pos Bank Konsolidasi
09-2011 09-2010 09-2011 09-2010
ASET
Kas 1,491,457 1,493,699 1,491,457 1,493,705
Penempatan pada Bank Indonesia 14,057,688 3,365,594 14,057,688 3,365,594
Penempatan pada bank lain 519,269 4,970,477 524,490 5,075,961
Tagihan spot dan derivatif 74,213 27,715 74,213 27,715
Surat berharga 6,986,383 7,094,859 6,986,383 7,110,827
a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi 1,116,951 2,978,945 1,116,951 2,978,945
b. Tersedia untuk dijual 4,894,432 3,813,446 4,894,432 3,829,414
c. Dimiliki hingga jatuh tempo 975,000 302,468 975,000 302,468
d. Pinjaman yang diberikan dan piutang
Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)
Tagihan akseptasi 2,814,138 1,436,385 2,814,138 1,436,385
Kredit 61,707,908 45,128,005 62,041,358 45,128,974
a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi
b. Tersedia untuk dijual
c. Dimiliki hingga jatuh tempo
d. Pinjaman yang diberikan dan piutang 61,707,908 45,128,005 62,041,358 45,128,974
Pembiayaan syariah 2,597,258 1,279,891 2,597,258 1,279,891
Penyertaan 842,016 74,695 799 1,660
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- 1,406,781 1,459,161 1,447,811 1,459,161
a. Surat berharga 9,029 9,515 9,029 9,515
b. Kredit 1,323,346 1,381,688 1,364,376 1,381,688
c. Lainnya 74,406 67,958 74,406 67,958
Aset tidak berwujud 169,301 146,248 389,567 146,248
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- 100,969 84,249 124,534 84,249
Aset tetap dan inventaris 1,220,578 1,186,779 1,266,891 1,194,836
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- 488,192 418,446 533,955 423,939
Properti terbengkalai 12,804 24,200 12,804 24,200
Aset yang diambil alih 101,458 177,621 101,896 177,621
Rekening tunda 124,416 148,722 124,416 148,722
Aset antarkantor 631 631
a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia 631 631
b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia
Cadangan kerugian penurunan nilai aset lainnya -/-
Penyisihan penghapusan aset non produktif -/- 110,486 134,814 110,486 134,814
Sewa pembiayaan
Aset pajak tangguhan 349,696 387,201 363,281 392,014
Rupa-rupa aset 1,940,059 1,958,291 1,969,007 2,008,004
TOTAL ASET 92,902,845 66,803,712 92,599,491 66,910,194
KEWAJIBAN DAN MODAL
Giro 14,335,507 12,394,559 13,940,308 12,382,792
Tabungan 13,817,102 11,618,327 13,817,102 11,618,327
Simpanan berjangka 41,223,475 29,666,140 41,223,475 29,644,780
Dana investasi revenue sharing 2,883,687 1,333,257 2,883,687 1,333,257
Kewajiban kepada Bank Indonesia 31,005 102,067 31,005 102,067
Kewajiban kepada bank lain 3,268,400 380,950 3,268,400 380,950
Kewajiban spot dan derivatif 47,716 25,869 47,716 25,869
Kewajiban atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)
Kewajiban akseptasi 1,739,759 760,701 1,739,759 760,701
Surat berharga yang diterbitkan
Pinjaman yang diterima 64,465 64,465
Setoran jaminan 29,824 40,857 29,824 40,857
Kewajiban antarkantor 1,362 1,362
a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia 1,362 1,362
b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia
Kewajiban pajak tangguhan
Penyisihan penghapusan transaksi rekening administratif 43,170 31,773 43,170 31,773
Rupa-rupa kewajiban 2,829,935 2,587,351 2,876,802 2,655,960
Dana investasi profit sharing
Kepentingan minoritas (minority interest) 4) 18 71,000
Modal pinjaman 3,814,016 2,085,722 3,814,016 2,085,722
Modal disetor 1,461,849 1,300,534 1,461,849 1,300,534
a. Modal dasar 2,600,000 2,600,000 2,600,000 2,600,000
b. Modal yang belum disetor -/- 1,138,151 1,299,466 1,138,151 1,299,466
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/-
Tambahan modal disetor 7,662,404 5,827,751 7,662,404 5,827,751
a. Agio 7,656,634 5,826,978 7,656,634 5,826,978
b. Disagio -/-
c. Modal sumbangan
d. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan
e. Pendapatan (kerugian) komprehensif lainnya 5,770 773 5,770 773
f. Lainnya
g. Dana setoran modal
Selisih penilaian kembali aset tetap
Selisih kuasi reorganisasi
Selisih restrukturisasi entitas sepengendali 29,894
Cadangan 128 128 128 128
a. Cadangan umum
b. Cadangan tujuan 128 128 128 128
Laba/rugi (315,026) (1,418,101) (240,172) (1,418,101)
a. Tahun-tahun lalu (1,229,688) (2,198,735) (1,202,086) (2,198,735)
b. Tahun berjalan 914,662 780,634 961,914 780,634
TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL 92,902,845 66,803,712 92,599,491 66,910,194
Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba
PT BANK PERMATA Tbk
PERMATA BANK TOWER I JL.SUDIRMAN KAV.27 JAKARTA
Telp. 021-5237899, 5237999
dahulu PT BANK BALI, Tbk s/d OKTOBER 2002per September 2011 dan 2010

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pos-pos Bank Konsolidasi
09-2011 09-2010 09-2011 09-2010
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
A. Pendapatan dan Beban Bunga
    1. Pendapatan Bunga 5,545,736 4,345,534 5,737,821 4,349,272
        a. Rupiah 5,026,055 4,018,158 5,218,140 4,022,878
        b. Valuta Asing 519,681 327,376 519,681 326,394
    2. Beban Bunga 2,750,586 1,950,254 2,747,468 1,947,874
        a. Rupiah 2,564,812 1,795,766 2,561,694 1,792,785
        b. Valuta Asing 185,774 154,488 185,774 155,089
    Pendapatan (Beban) Bunga bersih 2,795,150 2,395,280 2,990,353 2,401,398
B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga
    1. Pendapatan Operasional Selain Bunga 833,509 753,634 921,086 790,107
        a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan (mark to market) 29,936 565 29,936 565
            i.   Surat berharga 565 565
            ii.  Kredit
            iii. Spot dan derivatif 29,936 29,936
            iv. Aset keuangan lainnya
        b. Penurunan nilai wajar kewajiban keuangan  (mark to market)
        c. Keuntungan penjualan aset keuangan 36,794 19,906 36,794 19,906
            i.   Surat berharga 36,794 19,906 36,794 19,906
            ii.  Kredit
            iii. Aset keuangan lainnya
        d. Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised) 144,794 144,794
        e. Dividen, keuntungan dari penyertaan dengan equity method, 557,162 459,989 621,348 456,711
            komisi/provisi/fee dan administrasi
        f. Koreksi atas cadangan kerugian penurunan nilai, penyisihan 133,191 62,638 152,112 62,638
            penghapusan aset non produktif, dan penyisihan penghapusan
           transaksi rekening administratif.
        g. Pendapatan lainnya 76,426 65,742 80,896 105,493
    2. Beban Operasional Selain Bunga 2,649,158 2,218,872 2,794,237 2,248,103
        a. Penurunan nilai wajar aset keuangan (mark to market) 2,088 83,149 2,088 83,149
            i. Surat berharga 2,088 2,088
            ii. Kredit
            iii. Spot dan derivatif 83,149 83,149
            iv. Aset keuangan lainnya
        b. Peningkatan nilai wajar kewajiban keuangan  (mark to market)
        c. Kerugian penjualan aset keuangan
            i.  Surat berharga
            ii.  Kredit
            iii. Aset keuangan lainnya
        d. Kerugian transaksi spot dan derivatif (realised) 14,814 14,814
        e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) 387,804 288,275 387,804 288,275
            i.   Surat berharga 211 2,414 211 2,414
            ii.  Kredit 369,888 272,755 369,888 272,755
            iii. Pembiayaan syariah 1 9,993 1 9,993
            iv. Aset keuangan lainnya 17,704 3,113 17,704 3,113
         f. Penyisihan penghapusan transaksi rekening administratif 7,156 8,515 7,156 8,515
        g. Penyisihan kerugian risiko operasional
        h. Kerugian terkait risiko operasional 2,224 3,444 2,224 3,444
         i. Kerugian dari penyertaan dengan equity method, 3,681 3,485 3,681 3,485
            komisi/provisi/fee dan administrasi
         j. Kerugian penurunan nilai aset lainnya (non keuangan) 1,766 6,642 1,766 6,642
         k. Penyisihan penghapusan aset non produktif 1,621 9,084 1,621 9,084
         l. Beban tenaga kerja 1,032,066 850,510 1,066,679 862,741
       m. Beban promosi 179,685 98,972 186,786 99,473
       n. Beban lainnya 1,016,253 866,796 1,119,618 883,295
        Pendapatan (Beban) Operasional Selain Bunga Bersih (1,815,649) (1,465,238) (1,873,151) (1,457,996)
        LABA (RUGI) OPERASIONAL 979,501 930,042 1,117,202 943,402
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL
1. Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris 18,759 17,616 18,759 17,727
2. Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing 27,884 25,859 29,300 24,814
3. Pendapatan (beban) non operasional lainnya 191,542 90,473 132,088 89,853
    LABA (RUGI) NON OPERASIONAL 238,185 133,948 180,147 132,394
    LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN SEBELUM PAJAK 1,217,686 1,063,990 1,297,349 1,075,796
1. Transfer laba (rugi) ke kantor Pusat
2. Pajak Penghasilan 303,024 283,356 335,434 286,869
    a. Taksiran pajak tahun berjalan 242,842 291,005 242,842 295,666
    b. Pendapatan (beban) pajak tangguhan (60,182) 7,649 (92,592) 8,797
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN SETELAH PAJAK – BERSIH 914,662 780,634 961,915 788,927
KEPENTINGAN MINORITAS (MINORITY INTEREST) (1) (8,293)
LABA (RUGI) SETELAH KEPENTINGAN MINORITAS (MINORITY INTEREST) 961,914 780,634
DIVIDEN
LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM *) 101.25 100.82 106.48 100.82
Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)
PT BANK PERMATA Tbk
PERMATA BANK TOWER I JL.SUDIRMAN KAV.27 JAKARTA
Telp. 021-5237899, 5237999
dahulu PT BANK BALI, Tbk s/d OKTOBER 2002per September 2011 dan 2010(Dalam Jutaan Rupiah)
Pos-pos 09-2011 09-2010
I.   KOMPONEN MODAL
     A.  Modal Inti 7,012,466 4,397,776
          1. Modal Disetor 1,461,849 1,300,534
          2. Cadangan Tambahan Modal 5,971,225 3,134,190
            2.1 Faktor penambah *) 8,114,093 6,213,599
                a. Agio 7,656,634 5,826,978
                b. Modal Sumbangan
                c. Cadangan Umum
                d. Cadangan Tujuan 128 128
                e. Laba tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%)
                f. Laba tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (50%) 457,331 386,493
                g. Selisih lebih karena penjabaran laporan keuangan
                h. Dana setoran modal
                i. Waran yang diterbitkan (50%)
                j. Opsi saham yang diterbitkan dalam rangka program kompensasi berbasis saham (50%)
            2.1 Faktor Pengurang *) 2,142,868 3,079,409
                a. Disagio
                b. Rugi tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%) 2,142,868 3,079,409
                c. Rugi tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (100%)
                d. Selisih kurang karena penjabaran laporan keuangan
                e. Pendapatan komprehensif lain : Kerugian dari penurunan nilai wajar atas penyertaan dalam kategori Tersedia untuk Dijual
                f. Selisih kurang antara PPA dan cadangan kerugian penurunan nilai atas aset produktif
                g. Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book
          3. Modal Inovatif
             3.1 Surat berharga subordinasi (perpetual non kumulatif)
             3.2 Pinjaman Subordinasi (perpetual non kumulatif)
             3.3 Instrumen Modal Inovatif lainnya
          4. Faktor Pengurang Modal Inti 420,608 36,948
             4.1 Goodwill
             4.2 Aset tidak berwujud lainnya
             4.3 Penyertaan (50%) 420,608 36,948
             4.4 Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi (50%)
          5. Kepentingan Minoritas
     B.  Modal Pelengkap 3,656,633 2,348,311
          1. Level Atas (Upper Tier 2) 796,806 674,522
             1.1 Saham preferen (perpetual kumulatif)
             1.2 Surat berharga subordinasi (perpetual kumulatif)
             1.3 Pinjaman Subordinasi (perpetual kumulatif)
             1.4 Mandatory convertible bond
             1.5 Modal Inovatif yang tidak diperhitungkan sebagai Modal inti
             1.6 Instrumen modal pelengkap level atas (upper tier 2) lainnya
             1.7 Revaluasi aset tetap 225,621 225,621
             1.8 Cadangan umum aset produktif (maks 1,25% ATMR) 571,185 448,901
             1.9 Pendapatan komprehensif lain : Keuntungan dari peningkatan nilai wajar atas
                  penyertaan dlm kategori Tersedia untuk Dijual (45%)
          2. Level Bawah (Lower Tier 2) maksimum 50% Modal Inti 3,280,435 1,710,737
             2.1 Redeemable preference shares
             2.2 Pinjaman atau obligasi subordinasi yang dapat diperhitungkan 3,280,435 1,710,737
             2.3 Instrumen modal pelengkap level bawah (lower tier 2) lainnya
          3. Faktor Pengurang Modal Pelengkap 420,608 36,948
             3.1 Penyertaan (50%) 420,608 36,948
             3.2 Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi (50%)
     C.  Faktor Pengurang Modal Inti dan Modal Pelengkap
          Eksposur Sekuritisasi
      D. Modal Pelengkap Tambahan Yang Memenuhi Persyaratan (Tier 3)
      E. Modal Pelengkap Tambahan yang Dialokasikan untuk Mengantisipasi Risiko pasar
II.   TOTAL MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP (A+B-C) 10,669,099 6,746,087
III.  TOTAL MODAL INTI, MODAL PELENGKAP,DAN MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG 10,669,099 6,746,087
      DIALOKASIKAN UTK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR (A+B-C+E)
IV.  ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO KREDIT 64,887,472 47,410,170
V.   ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO OPERASIONAL 6,839,066 4,269,658
VI.  ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO PASAR 264,863 316,407
VII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT DAN 14.87 13.05
      RISIKO OPERASIONAL [II:(IV+V)]
VIII.RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT, RISIKO 14.82 12.97
      OPERASIONAL, DAN RISIKO PASAR [III : (IV + V + VI)]
Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
Perhitungan Rasio Keuangan
PT BANK PERMATA Tbk
PERMATA BANK TOWER I JL.SUDIRMAN KAV.27 JAKARTA
Telp. 021-5237899, 5237999
dahulu PT BANK BALI, Tbk s/d OKTOBER 2002per September 2011 dan 2010(Dalam Persentase)
Pos-pos 09-2011 09-2010
I. Rasio Kinerja
   1. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 14.82 12.97
   2. Aset produktif bermasalah dan aset non produktif 1.99 2.67
      bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif
   3. Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 1.93 2.48
   4. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan 1.86 2.43
      terhadap aset produktif
   5. NPL gross 2.26 3.19
   6. NPL net .71 .85
   7. Return on Asset (ROA) 1.91 2.28
   8. Return on Equity (ROE) 17.87 24.66
   9. Net Interest Margin (NIM) 5.13 5.37
   10. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 84.65 81.76
   11. Loan to Deposit Ratio (LDR) 88.99 84.36
II. Kepatuhan (Compliance)
   1.a. Persentase Pelanggaran BMPK
     i. Pihak terkait
     ii. Pihak tidak terkait
     b. Persentase Pelampauan BMPK
     i. Pihak terkait
     ii. Pihak tidak terkait
   2. Giro Wajib Minimum (GWM)
      a. GWM Utama Rupiah 8.22 5.14
      b. GWM Valuta asing 8.03 1.1
   3. Posisi Devisa Neto (PDN) secara keseluruhan 1.4 3.28
Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank Asing
PT BANK PERMATA Tbk
PERMATA BANK TOWER I JL.SUDIRMAN KAV.27 JAKARTA
Telp. 021-5237899, 5237999
dahulu PT BANK BALI, Tbk s/d OKTOBER 2002per September 2011 dan 2010(Dalam Jutaan Rupiah)
Pos-pos 09-2011 09-2010
I.   KOMPONEN MODAL
     A.  Modal Inti 7,012,466 4,397,776
          1. Modal Disetor 1,461,849 1,300,534
          2. Cadangan Tambahan Modal 5,971,225 3,134,190
            2.1 Faktor penambah *) 8,114,093 6,213,599
                a. Agio 7,656,634 5,826,978
                b. Modal Sumbangan
                c. Cadangan Umum
                d. Cadangan Tujuan 128 128
                e. Laba tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%)
                f. Laba tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (50%) 457,331 386,493
                g. Selisih lebih karena penjabaran laporan keuangan
                h. Dana setoran modal
                i. Waran yang diterbitkan (50%)
                j. Opsi saham yang diterbitkan dalam rangka program kompensasi berbasis saham (50%)
            2.1 Faktor Pengurang *) 2,142,868 3,079,409
                a. Disagio
                b. Rugi tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%) 2,142,868 3,079,409
                c. Rugi tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (100%)
                d. Selisih kurang karena penjabaran laporan keuangan
                e. Pendapatan komprehensif lain : Kerugian dari penurunan nilai wajar atas penyertaan dalam kategori Tersedia untuk Dijual
                f. Selisih kurang antara PPA dan cadangan kerugian penurunan nilai atas aset produktif
                g. Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book
          3. Modal Inovatif
             3.1 Surat berharga subordinasi (perpetual non kumulatif)
             3.2 Pinjaman Subordinasi (perpetual non kumulatif)
             3.3 Instrumen Modal Inovatif lainnya
          4. Faktor Pengurang Modal Inti 420,608 36,948
             4.1 Goodwill
             4.2 Aset tidak berwujud lainnya
             4.3 Penyertaan (50%) 420,608 36,948
             4.4 Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi (50%)
          5. Kepentingan Minoritas
     B.  Modal Pelengkap 3,656,633 2,348,311
          1. Level Atas (Upper Tier 2) 796,806 674,522
             1.1 Saham preferen (perpetual kumulatif)
             1.2 Surat berharga subordinasi (perpetual kumulatif)
             1.3 Pinjaman Subordinasi (perpetual kumulatif)
             1.4 Mandatory convertible bond
             1.5 Modal Inovatif yang tidak diperhitungkan sebagai Modal inti
             1.6 Instrumen modal pelengkap level atas (upper tier 2) lainnya
             1.7 Revaluasi aset tetap 225,621 225,621
             1.8 Cadangan umum aset produktif (maks 1,25% ATMR) 571,185 448,901
             1.9 Pendapatan komprehensif lain : Keuntungan dari peningkatan nilai wajar atas
                  penyertaan dlm kategori Tersedia untuk Dijual (45%)
          2. Level Bawah (Lower Tier 2) maksimum 50% Modal Inti 3,280,435 1,710,737
             2.1 Redeemable preference shares
             2.2 Pinjaman atau obligasi subordinasi yang dapat diperhitungkan 3,280,435 1,710,737
             2.3 Instrumen modal pelengkap level bawah (lower tier 2) lainnya
          3. Faktor Pengurang Modal Pelengkap 420,608 36,948
             3.1 Penyertaan (50%) 420,608 36,948
             3.2 Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi (50%)
     C.  Faktor Pengurang Modal Inti dan Modal Pelengkap
          Eksposur Sekuritisasi
      D. Modal Pelengkap Tambahan Yang Memenuhi Persyaratan (Tier 3)
      E. Modal Pelengkap Tambahan yang Dialokasikan untuk Mengantisipasi Risiko pasar
II.   TOTAL MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP (A+B-C) 10,669,099 6,746,087
III.  TOTAL MODAL INTI, MODAL PELENGKAP,DAN MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG 10,669,099 6,746,087
      DIALOKASIKAN UTK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR (A+B-C+E)
IV.  ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO KREDIT 64,887,472 47,410,170
V.   ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO OPERASIONAL 6,839,066 4,269,658
VI.  ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO PASAR 264,863 316,407
VII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT DAN 14.87 13.05
      RISIKO OPERASIONAL [II:(IV+V)]
VIII.RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT, RISIKO 14.82 12.97
      OPERASIONAL, DAN RISIKO PASAR [III : (IV + V + VI)]
Keterangan Bank Pelapor:
Sumber data :  Berdasarkan Laporan Bulanan Bank Umum (LBU) yang disampaikan Bank kepada Bank Indonesia

analisa: Laporan keuangan bank memiliki item-item yang berbeda dari laporan keuangan pada umumnya.  Olehkarena itu, analisa laporan keuangannya pun menggunakan pendekatan yang berbeda.Pada dasarnya dalam sistem ekonomi, bank memegang peranan sebagai lembaga intermediasi. Bankmenghimpun tabungan dan deposito dari masyarakat dan kemudian menyalurkannya kembali kemasyarakat dalam bentuk kredit. Keuntungan yang didapatkan oleh bank adalah selisih antara bungadari kredit yang diberikan dengan bunga dari tabungan/deposito.

Laporan Keuangan

  1. Laporan keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Pemakai laporan keuangan yaitu;

  1. Investor
  2. Karyawan
  3. Pemberi pinjaman
  4. Pemasok dan kreditur usaha lainnya
  5. Pelanggan
  6. Pemerintah
  7. Masyarakat
  1. Tujuan laporan keuangan

Menurut standar akuntansi keuangan tujuan laporan keuangan yaitu untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Akan tetapi tidak semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.

  1. Karakteristik kualitatif laporan keuangan

Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :

  • Dapat Dipahami, yaitu informasi dengan mudah dan segera dapat dipahami oleh pemakaianya. Pemakai informasi diasumsikan mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai aktivitas ekonomi dan bisnis serta akuntansi.
  • Relevan, informasi mempunyai kualitas relevan bila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai, yaitu dengan cara dapat berguna untuk mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menengaskan atau mengkoreksi, hasil evaluasi di masa lalu. Relevansi informasi bermanfaat dalam peramalan dan penengasan, yang keduanya berkaitan satu sama lain
  • Keandalan, agar bermanfaat informasi juga harus handal. Informasi memiliki kualitas handal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
  • Dapat diperbanding, pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuanga. Pemakai juga harus dapat membandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan.
  1. Bagian-bagian laporan keuangan

Bagian laporan keuangan meliputi:

  1. Neraca, menyajikan aktiva pada sisi sebelah kiri,yang merupakan alokasi dari dana, kewajiban dan ekuitas pada sebelah kanan yang merupakan sumber dana perusahaan.
  2. Laporan laba/rugi, Laporan yang mengikhtisarkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan selama satu periode akuntansi,biasanya setiap satu kuartal atau satu tahun.
  3. Laporan perubahan modal, menyajikan perubahan-perubahan pada pos-pos ekuitas untuk mengidentifikasi alasa perubahan klaim pemegang ekuitas atas aktivanya.
  4. Laporan arus kas, Tujuan dari pembuatan laporan arus kas ini adalah:
  • Memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu.
  • Memberikan informasi mengenai efek kas dari tiga kategori aktivitas yaitu aktivitas investasi,aktivitas pendanaan,aktivitas operasi.

Sumber:

  1. Wikipedia.org
  2. http://rizkiaassani11108724.blogspot.com/2011/02/laporan-makalah-keuangan.html
  3. http://courseware.politekniktelkom.ac.id/BUKU_KA/Semester%203/CA%20521%20Praktikum%20Akuntansi%20Keuangan%20I/CA%20-%20521%20-%20Praktikum%20Akuntansi%20Keuangan%20I.pdf

SISTEM INFORMASI ORGANISASIONAL

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.

Tugas ini disusun sebagai tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasidengan judul SISTEM INFORMASI ORGANISASIONAL”  yang dimulai dari Pengertian sistem dan informasi sampai Fitur fitur Khusus Organisasi. Paper ini dibuat dari berbagai sumber yaitu buku dan internet yang dikhususkan untuk para mahasiswa gunadarma.

Terima kasih disampaikan kepada dosen mata kuliah Sistem Manajemen Informasi yang telah memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini.

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasi. adapun dari isi paper ini yang kurang mohon dimaafkan. Terima kasih

Penyusun

Alfian Tanjung

DAFTAR ISI

hal

Pengantar                                                                                i

Daftar isi                                                                                 ii

PENDAHULUAN                                                                 3

PEMBAHASAN

a)      Pengertian sistem dan informasi                                 3

b)      Organisasi                                                                   3

c)      Fitur fitur Umum Organisasi                                       4

d)     Rutinitas Dan Proses Bisnis                                        4

e)      Fitur fitur Khusus Organisasi                                     4

PENUTUP                                                                              7

DAFTAR PUSTAKA                                                                        7

SISTEM INFORMASI ORGANISASIONAL

  1. PENDAHULUAN

Organisasi adalah struktur sosial yang memiliki sumber-sumber berasal dari lingkungan dan memproses sumber-sumber itu agar menghasilkan output. Definisi behavioral organisasi adalah kumpulan hak, kewajiban, dan tanggung jawab yang harus dengan cermat diseimbangkan selama periode waktu tertentu melalui konflik dan resolusi konflik.

  1. PEMBAHASAN
  2. Pengertian sistem dan informasi

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.  Sedangkan informasi yaitu Informasi itu sendiri adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat. Sumber informasi itu adalah data. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

 

  1. Organisasi

Organisasi yaitu Penyusunan dan  pengaturan bagian – bagian hingga menjadi suatu kesatuan, Susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur , Gabungan kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.        Sistem Informasi secara umum mempunyai beberapa peranan dalam perusahaan, diantaranya sebagai berikut:

  • Minimize risk yaitu Setiap bisnis memiliki risiko, terutama berkaitan dengan factorfaktor keuangan. Pada umumnya risiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal lain yang berada diluar control perusahaan.
  • Reduce costs yaitu Peranan teknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha pengurangan biaya-biaya operasional perusahaan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
  • Add Value  yaitu Peranan selanjutnya dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value bagi pelanggan perusahaan. Tujuan akhir dari penciptaan value tidak sekedar untuk memuaskan pelanggan .
  • Create new realities yaitu Perkembangan teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya teknologi internet telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu di dunia maya.

Keuntungan dari sistem informasi organisasional yaitu:

  1. Yang tadinya manual menjadi otomatis.
  2. Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
  3. Pengambilan keputusan yang lebih cepat.
  4. Dengan penerapan teknologi IT kita akan dapat menghemat baiaya promosi dan pemasaran.
  1. Fitur fitur Umum Organisasi

Organisasi adalah birokrasi yang memiliki fitur-fitur “struktural” tertentu. Birokrasi yaitu organisasi formal yang memiliki pembagian yang jelas mengenai tenaga kerja, prosedur, dan aturan abstrak, dan pengambilan keputusan yang bersifat netral yang menggunakan kualifikasi teknis dan profesionalisme sebagai dasar kenaikan pangkat karyawan.

Karakteristik struktural semua organisasi :

  • pembagian tenaga kerja secara jelas
  • hierarki
  • prosedur dan aturan yang eksplisit
  • keputusan-keputusan yang bersifat netral
  • dasar kualifikasi teknis untuk posisi jabatan
  • efisiensi organisasi maksimum
  1. Rutinitas Dan Proses Bisnis

Organisasi memiliki kegiatan menyerap sumberdaya ksususnya sumber daya manusia , mengolah serta memproduksi. rutinitas, merupakan SOP (Standar Operating Procedures) yang biasanya terdiri dari aturan, prosedur serta praktik yang telah dikembangkan untuk memenuhi keadaan yang diharapkan. Proses bisnis, merupakan sekumpulan dari rutinitas. Dengan mengamati proses bisnis kita akan dapat melihat/memahami bagaimana bisnis dapat berjalan dan berkembang dalam suatu perusahaan..

System informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber utama, yaitu informasi. System informasi berpotensi mengubah struktur, budaya, politik, dan kerja organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-proyek besar mengarah kepada hambatan perubahan politikal dan organisasional.

Prosedur standar pengoperasian, aturan-aturan, prosedur serta praktik  yang dikembangkan oleh organisasi untuk dapat mencakup semua situasi yang mungkin dihadapi.

Politik organisasi, perbedaan-perbedaan ini menjadi persoalan bagi manajer dan karyawan, dan hasilnya adalah pergolakan politik, persaingan, dan konflik di dalam organisasi. Hambatan politik adalah salah satu dari sekian banyak kesulitan terbesar untuk membawa perubahan organisasi, khususnya perkembangan sistem informasi yang baru.

Kultur organisasi adalah kumpulan asumsi fundamental seperti itu mengenai produk apa yang harus dihasilkan organisasi, bagaimana prosesnya, di mana, dan untuk siapa.

  1. Fitur fitur Khusus Organisasi

Fitur-fitur khusus organisasi meliputi struktur, sasaran, konstituensi, gaya kepemimpinan, tugas-tugas, dan lingkungan sekitar yang berbeda.

  1. Tipe Organisasi

Struktur pengusaha, struktur sederhana yang dikelola oleh pengusaha yang bertindak sebagai direktur pelaksana tunggal. Contoh bisnis kecil baru. Birokrasi mesin, birokrasi besar yang ada di lingkungan yang lambat berubah, menghasilkan common Organisasi, semua organisasi memiliki beberapa fitur “struktural” serupa.

Birokrasi divisional, kombinasi dari bergam birokrasi mesin, masing-masing menghasilkan produk dan layanan yang berbeda, semuadikendalikan dari kantor pusat. Contohnya Perusahaan-perusahaan Fortune 500.

Birokrasi professional, organisasi berbasis pengetahuan di mana bentuk barrang-barang produksi dan jasa tergantung pada keahlian dan pengetahuan para professional. Contohnya perusahaan hukum, rumah sakitadhokrasi, organisasi ‘satuan tugas’ yang harus merespon lingkungan yang berubah dengan pesat. Misalnya perusahaan konsulatan.

  1. Lingkungan

Organisasi dan lingkungan memiliki hubungan timbal balik. Pada satu sisi, organisasi terbuka dan bergantung pada lingkungan social dan fisik disekitarnya. Di sisi lain, organisasi bisa mempengaruhi lingkungannya. Perbedaan-perbedaan lain diantara organisasi yaitu:

Sasaran utama yang hendak dicapai dan tipe kekuatan yang digunakan untuk mencapainya. Ada yang menggunakan sasaran koersif (penjara) dan sasaran praktis (bisnis). Ada juga yang menggunakan sasaran normative (universitas).

Organisasai melayani kelompok dan memiliki wilayah yang beragam, sebagian memberi keuntungan bagi anggotanya, sebagian lagi memberikan keuntungan kepada klien, pemegang saham atau publiknya.

Sifat kepemimpinan dari tiap-tiap organisasi sangat berbeda, ada yang cenderung demokratis atau mungkin ada yang otoriter  dan berbagai sifat lainnya. Selain itu perbedaan juga terdapat pada  tugas-tugas yang dijalankan dan teknologi yang digunakan pada suatu organisasi. Sebagian organisasi menjalankan tugas-tugas rutin utama yang bisa dikurangi menjadi aturan-aturan formal yang memerlukan sedikit keputusan, sementara yang lainnya memiliki tugas utama nonrutin.

PERUBAHAN SISTEM INFORMASI DALAM ORGANISASI

a)       Infrastruktur Teknologi Informasi dan Layanan Teknologi Informasi

Salah satu cara agar organisasi bisa mempengaruhi bagaimana teknologi informasi digunakan yaitu melalui keputusan-keputusan mengenai konfigurasi teknis dan organisasional dari system, siapa yang akan mendesain, membangun dan memelihara infrastruktur IT organisasi. Uniot yang bertanggung jawab memelihara layanan teknologi (hardware, software, data storage, dan network) disebut departemen system informasi. Departemen system informasi terdiri dari para ahli yaitu

  • Programmer adalah ahli teknis terlatih yang membuat instruksi perangkat  lunak pada computer.
  • Analisis system bertugas menyusun hubungan antar kelompok system informasi dan kelompok-kelompok lain dalam organisasi.
  • Manajer system informasi adalah pemimpin dari beragam ahli pada departemen system informasi.
  • Chief information officer (CIO) yang bertugas mengepalai fungsi system informasi di dalam perusahaan.
  • End-user adalah perwakilan di luar kelompok system informasi sebagai objek sasaran pengembangan aplikasi.

b)      ) Bagaimana system informasi mempengaruhi organisasi

Teori ekonomi.

  • IT mengganti biaya modal dan biaya informasi
  • Teknologi system informasi merupakan factor produksi seperti halnya modal dan tenaga kerja
  • Teori biaya transaksi menyatakan bahwa perusahaan berusaha mengurangi biaya transaksi.
  • IT membantu perusahaan menekan biaya transaksi. Jika biaya transaksi menurun, jumlah karyawan juga mengecil karena semakin murah dan mudah bagi perusahaan untuk membuat kontrak pembelian barang-barang dan jasa di pasar dibanding membuat sendiri produk dan jasanya.
  • Teori agensi mengatakan perusahaan memiliki ikatan kontrak di antara bagian-bagian yang harus diawasi dan dikelola.
  • IT bias mengurangi biaya agensi, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh tanpa menambah biaya pengawasan, dan tanpa menambah tenaga kerja.

Teori Behavioral

  • IT membuat organisasi lebih ramping.
  • IT mampu mengubah hierarki pengambilan keputusan dengan menekan biaya informasi
  • memperluas distribusi informasi
  • mempercepat proses pengambilan keputusan
  • memfasilitasi pekerja tingkat-bawah untuk membuat keputusan tanpa pengawasan dan meningkatkan efisiensi manajemen
  • Rentang pengendalian perusahaan juga akan meningkat

Pada organisasi posindustri, otoritas meningkat bergantung pada pengetahuan dan kompetensi. Jadi, bentuk menjadi ramping karena para pekerja professional cenderung berciri self-managing dan pengambilan keputusan menjadi lebih terdessentralisasi sementara pengetahuan dan informasi semakin tersebar secara luas.

Teknologi informasi mendorong jaringan task force organisasi dimana kelompok-kelompok professional bertemu baik langsung maupun melalui media elektronik untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hal ini mengarah pada organisasi virtual, yaitu organisasi yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan orang, asset, dan gagasan dalam menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan tanpa terbatasi oleh batasan-batsan tradisional organisasi atau lokasi fisik.

System informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber utama, yaitu informasi. System informasi berpotensi mengubah struktur, budaya, politik, dan kerja organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-proyek besar mengarah kepada hambatan perubahan politikal dan organisasional.

c)      Internet dan Organisasi

Internet meningkatkan aksesbilitas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pengetahuan untuk organisasi. Internet mampu secara dramatis menekan biaya transaksi dan agensi. Bisnis secara cepat membangun kembali sebagian proses bisnis intinya melalui teknologi internet dan menjadikan teknologi ini sebagai komponen pokok bagi infrastruktur teknologi informasi. Jika jaringan lebih dimanfaatkan secara efisien, hasilnya berupa proses bisnis lebih mudah dilakukan, karyawan yang dibutuhkan lebih sedikit, dan organisasi menjadi lebih ramping daripada waktu lalu.

  1. PENUTUP

Kesimpulan:

Dalam suatu perusahaan memiliki unsure-unsur organisasi yang bertujuan untuk mengetahui jabatan-jabatan yang diberikan oleh manajer, selain itu organisasi dibuat untuk memperlancar proses kerja dalam suatu perusahaan. Hal ini dibutuhkan beberapa sistem untuk mengendalikan organisasi tersebut yang biasanya disebut sistem informasi organisasional.

  1. DAFTAR PUSTAKA

Sumber:

  1. Sumber : www.google.co.id/sistem-organisasinal
  2. devierosaa.files.wordpress.com/2010/05/pertemuan-iii-peranan-si.ppt

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN (DSS)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.

Tugas ini disusun sebagai tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasi dengan judul SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN”  yang dimulai dari Pembuatan keputusan sampai sistem penunjang keputusan kelompok. Paper ini dibuat dari berbagai sumber yaitu buku dan internet yang dikhususkan untuk para mahasiswa gunadarma.

Terima kasih disampaikan kepada dosen mata kuliah Sistem Manajemen Informasi yang telah memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini.

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasi. adapun dari isi paper ini yang kurang mohon dimaafkan. Terima kasih

Penyusun

Alfian Tanjung

DAFTAR ISI

hal

Pengantar                                                                                            i

Daftar isi                                                                                              ii

Pendahuluan                                                                                     3

Pembahasan

a)                  Pembuatan keputusan                                                   3

b)                  DSS (Decision Suport system)                                    4

c)                  Jenis DSS                                                                              4

d)                 Tujuan dss                                                                            4

e)                  Cara penggunaan informasi dari dss                         4

f)                   Laporan                                                                                  5

g)                  Penggabungan manajemen                                            5

h)                  Pemodelan matematis                                                      5

i)                    Simulasi                                                                                   6

j)                    Keuntungan dan kerugian pemodelan                        6

k)                  Grafik komputer                                                                    6

l)                    Bahasa generasi keempat                                                   6

m)                Sistem penunjang keputusan kelompok                      7

PENUTUP                                                                                                   7

DAFTAR PUSTAKA                                                                              7

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

  1. PENDAHULUAN

Dalam suatu organisasi atau perusahaan diperlukan suatu tujuan dan sasaran (konsumen) yang akan dicapai untuk itu manajer harus menentukan bagaimana cara untuk memperkenalkan produk perusahaan kepada konsumen, hal ini yang menyebabkan bahwa manajer harus memiliki keputusan untuk menentukan tujuan dan siapa konsumen yang akan ditujuan.  System penunjang keputusan adalah bagian dari system informasi berbasis computer (termasuk system berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.

  1. PEMBAHASAN

1)        Pembuatan keputusan

Dalam pembuatan keputusan ada dua orang yang mengartikan pembuatan

Keputusan yaitu:

  1. Menurut Simon keputusan terbagi menjadi 2 yaitu Keputusan terprogram dan Keputusan tak terprogram Keputusan terprogram yaitu bersifat berulang-ulang dan rutin. pada suatu tingkat tertentu dan prosedur telah di tetapkan untuk menanganinya sehingga ia dianggap suatu denovo (yang baru) setiap kali terjadi. Keputusan tak terprogram yaitu bersifat baru, tidak terstruktur, dan biasanya tidak urut. Ia juga menjelaskan bahwa dua jenis keputusan tersebut hanyalah kesatuan ujung yang terangkai secara hitam putih, sifatnya begitu kelabu atau tak jelas, namun demikian konsep keputusan terprogram dan tak terprogram sangatlah penting, karna masingmasing memerlukan teknik yang berbeda. Kontribusi Simon yang lain adalah penjelasan mengenai empat fase yang harus di jalani oleh Manajer dalam menyelesaikan masalah, fase tersebut adalah :
  • Aktivitas intelegensi, yaitu mencari kondisi dalam lingkungan yang memerlukan pemecahan
  • Aktivitas disain, yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan tindakan yang akan dilakukan.
  • Aktivitas pemilihan, yaitu menentukan cara tindakan cara tertentu dari beberapa cara yang sudah ada.
  • Aktivitas peninjauan kembali, yaitu memberikan penilaian terhadap pilihan yang telah dilakukan.
  1. Mintzberg mengemukakan sepuluh peranan manajerial yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu  interpersonal, informasional, desisional.Peranan informasonal mengemukakan bahwa manajer mengumpulkan dan menyebarkan informasi, dan peranan desisional mengemukakan bahwa manajer menggunakan informasi dalam pembuatan berbagai jenis keputusan. Ada empat peranan desisional menurut mintzberg yaitu:
  • Pengusaha, ketika manajer berperan sebagai pengusaha (entrepreneur) maka peningkatan hal ini yang bersifat permanent diabadikan sebagai organisasi.
  • Orang yang menangani gangguan, ketika menajer berperan sebagai orang yang menangani gangguan (disturbace handler), maka ia akan memecahkan masalah yang belum di antisipasi. Ia membuat keputusan untuk merespon gangguan yang timbul seperti perubahan ekonomi, ancaman dari pesaing, dan adanya peraturan pajak baru.
  • Pengalokasi sumber, dengan peranan sebagai pengalokasi sumber (resorce alocator), manajer diharapkan mampu menentukan pembagian sumber organisasi kepada berbagai unit yang ada misalnya pembuatan keputusan untuk menetapkan anggaran operasi tahunan.
  • Negosiator, dalm peran sebagai negosiator (negotiator), manajer mengatasi perselisihan yang muncul dalam perusahaan dan perselisihan yang terjadi antara perusahaan dan lingkungannya. Contohnya melakukan negosiasi kontrak baru dengan serikat pekerja.

2)        DSS (Decision Suport system)

Pengembanag DSS berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna computer secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada mulanya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus melalui spesialis informasi. Timesharing membuka peluang baru dalam penggunaan computer. Tidak sampai tahun 1971, ditemukan istilah DSS, G Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang keduanya frofesor MIT, bersama-sama menulis artikel dalam jurnal yang berjudul “A Framework for Management Information System” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan keputusan manajemen. Gorry dan Scott Morton mendasarkan kerangka kerjanya pada jenis keputusan menurut Simon dan tingkat manajemen dari Robert N. Anthony. Anthony menggunakan istilah Strategic palnning, managemen control dan operational control (perencanaan strategis, control manajemen, dan control manajemen).

3)        Jenis DSS

Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS dilakukan oleh Steven L. Alter yang melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis DSS, yaitu :

  • Retrive information element (memanggil eleman informasi)
  • Analyze entries fles (menganali semua file)
  • Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
  • Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
  • Propose decision (menawarkan keputusan )
  • Make decisions (membuat keputusan)

4)        TUJUAN DSS

Dalam DDS terdapat tiga tujuan yang harus di capai yaitu :

  • Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur
  • Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut
  • Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi

Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah,

dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

5)        CARA PENGGUNAAN INFORMASI DARI DSS

Pada dasarnya dua pengguna informasi dari DSS oleh manajer, yaitu untuk               mendefinisikan masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pendefinisian masalah

adalah usaha definisi dari pendekatan system. Selanjutnya manjer menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasi. Hal ini merupakan usaha pemecahan menurut pendekatan sistem dan berkaitan denga fase disain dan pemilihan. Pada umumnya, laporan berkala dan khusus digunakan terutama dalam usaha definisi, dan simulasi dalam usaha pemecahan Laporan berkala dapat di rancang untuk menidentifikasi masalah atau masalah yang kemungkinan besar akan muncul, manjer juga melakukan query terhadap database untuk menemukan masalah atau mempelajari lebih jauh lagi mengenai masalah yang telah di identifikasi. Simulasi dapat juga membuka masalah yang tersembunyi, karena kelemahan terlihat ketika operasi perusahaan diubah secara matematis. Laporan berkala dan khusus dapat juga membantu manajer untuk memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi keputusan alternative, mengevaluasi dan memilih alternative tersebut, dan memberikan informasi lanjutan.

6)        LAPORAN

  1. Laporan berkala dan khusus yaitu laporan yang dibuat menurut jadwal tertentu contohnya adalah analis penjualan terhadap pelanggan perbulan.
  2. laporan lengkap dan ringkas yaitu laporan yang memberikan spesifikasi mengenai setiap tindakan atau transaksi dan baris yang mewakili tindakan atau transaksi disebut baris lengkap atau detail line sedangkan laporan ringkas atau summary report yaitu laporan yang menyertakan baris yang mewakili beberapa tindakan atau transaksi. Baris laporan biasanya di cetak dalam beberapa ururtan tertentu, filed yang berada dalam record data, yang disebut key filed atau control filed digunakan untuk mengurutkan record sebelum laporan tersebut dicetak.

7)        PENGGABUNGAN MANAJEMEN DENGAN PENGECUALIN KEDALAM LAPORAN

Kegunaan laporan sebagai alat pemecah masalah dapat ditingkatkan dengan

menggabungkan manajemen dan pengecualian. Hal ini dapat dilakukan dengan empat cara :

  • Menggunakan urutan laporan untuk menyorot pengecualian
  • Membuat laporan hanya jika terjadi pengecualian
  • Mengelompokan pengecualian bersama
  • Menunjukan varian dari norma

8)        PEMODELAN MATEMATIS

Model adalah abstrak dari sesuatu yang mewakili beberapa fenomena, yaitu objek dan aktivitas. Fenomena itu disebut entity.

  1. Model Ststis dan Dinamis adalah model yang tidak memasukkan waktu sebagai variabelnya. Dan berkaitan dengan situasi pada pada suatu saat tertentu sedangkan model dinamis ialah model yang memasukan waktu sebagai variabel, model ini mewakili tingkah laku entity sepanjang waktu.
  2. Model Probabilitik dan Deterministik adalah model tentang adanya peluang akan terjadi sesuatu. Pobabilitas mempunyai jangkauan 0,00 (untuk sesuatu yang tidak punya peluang) dan 1,00 (untuk sesuatu yang nyata-nyata terjadi) sedangkan model deterministic ialah kebalikan dari model pobabilitas
  3. Model Optimisasi dan Suboptimisasi adalah model yang menentukan pemecahan terbaik diantara altermatif yang ada. Agar supaya model tersebut dapat melakukan hal ini, masalah harus terstruktur dengan baik. Sedangkan model suboptimisasi yang seringkali disebut satisficing model ialah model yang memungkinkan manajer untuk melakukan serangkaian keputusan, dan model tersebut akan memproyeksikan penyelesaian. Model ini tidak mengidentifikasikan keputusan yang akan mennghasilkan penyelesaian yang terbaik, namun menyerahkan tugas tersebut kepada manajer.

9)        SIMULASI

Simulasi atau pemodelan ialah proses dari sebuah model yang mewakili entitynya. Skenario, digunakan untuk menjelaskan setting tempat terjadinya simulasi.

Variable keputusan, nilai input yang dimasukan manajer untuk mengukur dampak terhadap entity. Teknik simulasi dan Format output simulasi.

10)    KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMODELAN

Manajer yang menggunakan model matematis dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut :

  • Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar
  • Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
  • Model memberikan daya peramalan
  • Model membutuhkan biyaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error.

Sedangkan kerugian model adalah Sulitnay pemodelan system bisnis yang akan menghasilkan model yang tidak dapat menangkap semua pengaruh pada entity. Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi

11)    GRAFIK KOMPUTER

Setiap manajer pada umumnya harus mempunyai kemampuan membuat grafik.

Namun demikian, pada kenyatannya, riset menyatakan bahwa penggunan grafik ternyata tidak selalu lebih baik dari pada pengguna table. Grafik nampaknya lebih baik dalam situasi tertentu, seperti :

  • Mencari ringkasan data yang cepat
  • Mendeteksi trand masa lalu
  • Membandingkan point dan pola variable yang berbeda
  • Meramal aktivitas masa mendatang
  • Mencari kesan yang relative sederhan adari sejumlah besar informasi yang ada

12)    BAHASA GENERASI KEEMPAT

Sofware dimasukan kedalam perpustakaan software DSS untuk menghasilkan tiga jenis output. Pada mulanya, satu-satunya cara ialah dengan mengkode program dengan bahasa pemograman. Dengan munculnya trend end-user computing, maka lahirlah bahasa yang baru yang dinamakan fourth-generatioan language (bahasa generasi keempat) atau 4GL

  1. Bahasa Pemodelan dibuat untuk membuat tugas pembentukan model menjadi lebih mudah dari pada menggunakan bahasa berorientasi salah satu bahasa pemodelan yang pertama adalah GPSS (General Purpose simulation system) yang dikembangkan IBM pada awal tahun 1960-an
  2. Bahasa Tingkat Sangat Tinggi biasanya digunakan untuk menjelaskan bahasa pemograman, seperti APL, yang menawarkan kesingkatan dan daya di atas dan melebihi apa yang bisa dilakukan oleh bahasa konversional.
  3. Generator aplikasi menghasilkan program aplikasi seperti inventarisasi dan penggajian tanpa pemograman
  4. Penulisan Laporan dirancang secara khusus untuk membuat laporan
  5. Generator Grafik yang juga disebut graphics package digunakan untuk menampilkan atau mencetak data dalam berbagai macam bentuk grafik.
  6. Bahasa Query Database yaitu bahasa yang memungkinkan kita untuk menampilkan data dari berbagai table dari beberapa bentuk Kriteria.

13)    SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN KELOMPOK

System penunjang keputusan kelompok atau group decision support system (GDSS) ialah kombinasi dari Komputer, komunikasi, dan teknologi keputusan dan yang digunakan untuk menemukan, merumuskan, dan memecahkan masalah dalam pertemuan kelompok. Tujuan GDSS adalah untuk pertukaran ide, opini, dan preferensi dalam kelompok.

  1. PENUTUP

Kesimpulan:

Dalam mengambil keputusan dalam suatu perusahaan diperlukan berbagai observasi yang harus dilakukan manajer agar keputusan tersebut baik bagi perusahaannya. Hal ini yang menyebabkan munculnya sistem yang dinamakan decision support system yang bertujuan untuk membantu para manajer untuk memecahkan suatu permasalahan yang terjadi pada perusahaan atau organisasinya.

  1. DAFTAR PUSTAKA

Sumber:

  1. staff.uny.ac.id/system/files/pengabdian/abdurrohman-drs…/spk3.pdf
  2. wikipedia

DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.

Tugas ini disusun sebagai tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasidengan judul “DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER”  yang dimulai dari arsitektur computer sampai peranan peralatan input dan output. Paper ini dibuat dari berbagai sumber yaitu buku dan internet yang dikhususkan untuk para mahasiswa gunadarma.

Terima kasih disampaikan kepada dosen mata kuliah Sistem Manajemen Informasi yang telah memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini.

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasi. adapun dari isi paper ini yang kurang mohon dimaafkan. Terima kasih

Penyusun

Alfian Tanjung

DAFTAR ISI

hal

Pengantar                                                                                i

Daftar isi                                                                                 ii

Pendahuluan                                                                           3

Pembahasan

a)      Arsitektur computer                                                    3

b)      Peralatan input                                                            4

c)      Penyimpanan sekunder                                               5

d)     Peralatan output                                                          5

e)      Software                                                                     6

f)       Peranan peralatan input dan output                            7

PENUTUP                                                                              7

DAFTAR PUSTAKA                                                                        7

DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER

PENDAHULUAN

Dalam system informasi komputer dibutuhkan cara pertama atau awal untuk memproses komputer, agar para user atau pemakai tidak bigung untuk menggunakan komputer untuk itu pemprosesan komputer perlu dilakukan. Selain itu pemprosesan komputer dilakukan untuk memasukan beberapa aplikasi (software) atau hardware yang belum tersedia pada computer.

PEMBAHASAN

  1. Arsitektur computer, meliputi:

–          Prosesor

–          Memori

–          Penyimpanan sekunder

–          Perangkat Input dan Perangkat Output

Mesin pemroses lebih dikenal dengan CPU, mikroprosesor atau prosesor. Prosesor adalah sekeping silicon berukuran beberapa millimeter persegi yang mengandung puluhan ribu transistor dan komponen elektronik yang lain.

Penyimpanan Primer

Ukuran kapasitas penyimpanan primer :

Satuan

Ekivalen

Keterangan

Byte 8 bit Untuk menyimpan sebuah karakter pada sistem ASCII atau EBCDIC
Kilobyte 1024 byte Awal PC hanya memiliki memori 640 byte
Megabyte 1024 KB Memori PC pd saat ini berkisar antara 64 – 256 Megabyte
Gigabyte 1024 MB Ukuran hard disk yang digunakan berkisar antara 20 – 40 gigabyte
Terabyte 1024 GB Database yang sangat besar
Pentabyte 1024 TB Penggunaan di masa datang

Bentuk Penyimpanan Sekunder :

  • RAM (Random Access Memory), jenis penyimpanan primer yang mudah hilang (volatile) karena data akan hilang jika listrik padam.
  • ROM (Read Only Memory), jenis penyimpanan sekunder yang bersifat non-volatile karena data disimpan secara permanent dan jika listrik padam data tidak akan hilang
  • Cache Memory, merupakan RAM khusus yang bekerja sangat cepat dan digunakan untuk membantu RAM biasa dalam proses data.
  1. Peralatan input
    1. Keyboard, yaitu unit input yang paling popular, dimana pengguna memasukan data dengan menekan tombol-tombol yang tepat.
    2. Alat penunjuk, meliputi:
  • Mouse
  • Trackball
  • Touch screen
  • Light pen
  • Unit remote control
  1. Alat input otomatis data sumber
  • Alat Pembaca Optis, alat input yang membaca data dengan menyinari suatu sinar terang di atas data dan kemudian menangkap citra yang terpantul pada matriks sel-sel photoelectric.
  • Alat Pembaca Magnetis, alat pembaca yang menggunakan tinta khusus yang berisi zat yang dapat diberi muatan magnet.
  1. Alat input pengenal suara

Unit pengenal suara (speech recognition unit)

  • Mikropon
  • Automatic Speech Recognation (ASR)
  • Touchtone
  1. Alat input video

Video Camera recorder atau Camcoder

  1. Alat input penerima gerak, meliputi:
  • Headset
  • Glove
  • Walker
  1. Penyimpanan sekunder, meliputi:
  • Pita Magnetik : Reel Tape dan Tape Cartridge
  • Hard Disk : Removable dan Non removable
  • Floppy Disk
  • Piringan Optik : CD, DVD
  • USB Flash Disk
  • Smart Card
  • Kartu memori
  1. Peralatan output

Dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Softcopy, terdiri dari dua jenis :
  • Monitor : CRT dan Layar Datar (LCD, EL, Plasma)
  • Audio
  1. Hardcopy, terdiri dari :
  • Printer : Impact, Thermal, Inkjet, Laser, Multifungsi
  • Plotter : Pena, Electrostatis, Thermal, Pemotong, Format Le bar
  • Computer Output Microfilm (COM)
  1. Software

Perangkat lunak terbagi menjadi dua, yaitu :

  1. Perangkat Lunak Sistem, yaitu Perangkat lunak yang melaksanakan tuga-tugas dasar tertentu yang diperlukan semua pemakai computer. Ada tiga jenis dasar perangkat lunak sistem :
  • Sistem Operasi, berfungsi sebagai interface antara pemakai, perangkat lunak yang memproses data perusahaan dan perangkat keras. Contoh : Windows XP, DOS, UNIX

Ada enam fungsi dasar sistem operasi :

  1. Menjadwalkan Tugas
  2. Mengelola sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak
  3. Menjaga keamanan sistem
  4. Memungkinkan pembagian sumber daya untuk beberapa pemakai
  5. Menangani Interrupt
  6. Menyiapkan catatan pemakaian
  • Program Utility, suatu routine yang memungkinkan pemakai untuk melaksanakan operasi pemrosesan data dasar tertentu yang tidak unik pada satu aplikasi pemakai tertentu.
  • Penerjemah Bahasa Komputer

–          Bahasa Generasi Pertama, Bahasa Mesin (machine language)

–          Bahasa Generasi Kedua, Assembler

–          Bahasa Generasi Ketiga, Compiler dan Interpreter

–          Bahasa Generasi Keempat, Bahasa Alamiah 4GL, memungkinkan programmer atau pemakai menginstruksikan computer apa dan bagaimana operasi tersebut dilakukan. Di Bawah ini yang termasuk kedalam generasi bahasa keempat :

  1. Database Query Language
  2. Modelling Language, khusus dirancang untuk pembuatan model matematika. Contoh : GPSS
  3. Very High Level Language : PASCAL, APL
  4. Graph Generators : paket grafik
  5. Report Writer : COBOL, RPG
  6. Aplication Generators : program aplikasi pembayaran gaji
  1. Perangkat Lunak Aplikasi

a)      Pemrograman Sendiri, Perusahaan menempatkan spesial informasi untuk melakukan tugas merancang sistem berbasis computer yang memenuhi kebutuhan unit perusahaan.

b)      Paket Jadi

Ada empat kelompok besar :

  • Paket Aplikasi Bisnis Umum
  • Paket Aplikasi Khusus Industri
  • Paket Aplikasi Peningkatan Produktivitas Organisasi
  • Paket Peningkatan Produktivitas Perorangan
  1. Peranan peralatan input dan output serta software dalam pemecahan masalah

Keseluruhan komponen perangkat input, output dan software dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam pemecahan masalah. Semuanya saling behubungan dan mendukung kegiatan satu dengan yang lainnya. Perangkat input dan output berperan dalam proses penyelesaian masalah dalam hal perangkat keras, sedangkan perangkat lunak, baik sistem maupun aplikasi membantu para manajer untuk meningkatkan produktivitas organisasi dan perorangan, dengan menyederhanakan penciptaan dan transmisi data.

PENUTUP

Kesimpulan:

Untuk menggunakan computer terlebih dahulu kita melakukan pemprosesan komputer untuk memperoleh komputer yang kita inginkan, selain itu untuk memperoleh suatu system yang baik hendaklah kita melakukan suatu observasi pada seluruh system software maupun hardware.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber: dharmayanti.staff.gunadarma.ac.id/…/files/…/Arsitektur_komputer.do…

MANAJEMEN SUMBER INFORMASI (IRM)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.

Tugas ini disusun sebagai tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasidengan judul MANAJEMEN SUMBER INFORMASI (IRM)  yang dimulai dari Berbagai pandangan tentang irm sampai Strategi end-user computing. Paper ini dibuat dari berbagai sumber yaitu buku dan internet yang dikhususkan untuk para mahasiswa gunadarma.

Terima kasih disampaikan kepada dosen mata kuliah Sistem Manajemen Informasi yang telah memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini.

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Sistem Manajemen Informasi. adapun dari isi paper ini yang kurang mohon dimaafkan. Terima kasih

Penyusun

Alfian Tanjung

DAFTAR ISI

Hal

  1. Pengantar                                                                                      i
  2. Daftar isi                                                                                       ii
  3. Pendahuluan                                                                                 3
  4. Pembahasan
    1. Berbagai pandangan tentang irm                                            3
    2. Aplikasi end-user potensial                                                     6
    3. Tahap pertumbuhan end-user computing                                6
    4. Faktor yang mendorong end-user computing                         7
    5. Keuntungan dari end-user computing                                     8
    6. Strategi end-user computing                                                   8
  5. Kesimpulan                                                                                   10
  6. Daftar Pustaka                                                                              10

MANAJEMEN SUMBER INFORMASI (IRM)

  1. PENDAHULUAN

Peningkatan pemahaman komputer oleh pemakai yaitu mudahnya pemakai memperoleh hardware dan software memberikan kesadaran terhadap perusahaan bahwa memang dibutuhkan sistem komputerisasi. Sebagai contoh dua pemakai dalam area yang berbeda ingin mengembangkan sistem secara serentak untuk menyiapkan laporan yang sama. Maka, sebaiknya manajemen puncak harus menetapkan penggunaan komputerisasi dalam organisasinya, yang berguna untuk mengetahui  sumber informasi. Perencanaan formal untuk manajemen informasi ini disebut Information Reseurces management (IRM) atau manajemen sumber informasi.

IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen. Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan & dapat dikelola seperti halnya sumber lain.

IRM (Information Resource Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan sistem yang berkualitas.

  1. PEMBAHASAN
  2. BERBAGAI PANDANGAN TENTANG IRM
    1. IRM SEPERTI HALNYA MANAJEMEN INFORMASI SUMBER

Informasi adalah salah satu sumber utama dari perusahaan, dan ia dapat dikelola seperti halnya sumber-sumber lain. Informasi adalah sumber konseptual yang  menggambarkan sumber-sumber fisik yang harus dikelola oleh manajer. Jika skala operasinya terlalu besar untuk diobservasi, maka manajer dapat memonitor sumber-sumber fisik dengan mengunakan informasi yang menggambarkan atau mewakili sumber-sumber tersebut.

  1. IRM MERUPAKAN CARA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SISTEM INFORMASI

Dari pada mengandalakan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh manajemen puncak, yang berlaku untuk seluruh organisasi, sebaiknya perhatian harus ditujukan kepada tingkat bawah, dimana sistem dikembangkan. Pandangan ini menganggap IRM sebagai metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan system yang dapat menghasilkan informasi berkualitas. Dasar dari pandangan ini adalah adanya keyakinan bahwa tugas-tugas pengelolaan semua informasi dalam perusahaan begitu banyak bila hanya dilkakuan dengan satu usaha.situasi ini sama seperti pada waktu usaha MIS pertama kali dilakukan, yaitu dengan menerapkan satu sistem untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi seluruh organisasi. Kita telah mengetahui bahwa usaha-usaha awal tersebut umumnya gagal dan mendorang diketemukannya DSS.

  1. IRM SEBAGAI MANAJEMEN SUMBER KOMPUTERISASI

Karena sulit untuk mengukur nilai informasi, maka perhatian diarahakan kepada sumber-sumber yang menghasilkan informasi. Asumsi dasarnya adalah bahwa jika perusahaan mengelola komputernya, databasenya, spesialis informasinya, dan sebagainya.hal ini  menyatakan bahwa perusahaan dapat dikelabui untuk percaya bahwa informasinya telah dikelola, pada kenyataanya tidak kelola. Perusahaan tidak boleh terlalu terlibat dalam manajemen sumber, yang hal ini akan menghilangkan pandangan mengenai komoditi yang dihasilkan oleh sumber tersebut yaitu informasi.

  1. PANDANGAN YANG LUAS TERHADAP IRM

Mehdi Khosrowpour mengemukakan bahwa definisi IRM adalah, “Konsep manajemen sumber informasi mengenal informasi sebagai sumber oraganisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan yang lain, seperti orang, bagan, keuangan, peralatan, dan manajemen. Lebih jauh lagi, IRM ini menghendaki adanya manajemen komprehensif terhadap semua komponen teknologi pemrosesan informasi maupun terhadap elemen manusia, agar keduanya dapat mengumpulkan, memproses, menyebarkan, dan mengelola informasi, yang merupakan aset organisasional yang utama.

  1. INFORMASI SEBAGAI SUMBER STRATEGIS

Kita telah mengetahui bahwa perusahaan berada dalam lingkungan yang terdiri atas elemen-elemen, seperti pelanggan, pemasok, pemerintah, dan pesaing. Perusahaan berusaha untuk menetapkan arus sumber fisik dan informasi secara dua arah dengan semua elemen tersebut kecuali dengan pesaing. Secara ideal, hanya arus informasi yang masuklah yang menghubungkan perusahaan dengan pesaingnya.

Tujuan utama dari perusahaan adalah menghasilkan keuntungan dan memelihara operasi kerjanya, sehingga dapat terus memberikan produk dan pelayanan (barang dan jasa) yang dibutuhkan oleh pelanggannya. Perusahaan harus menjalankan tujuannya tersebut dalam kendala yang diakibatkan oleh lingkungan.walaupun semua elemen dapat mengakibatkan terjadinya kendala, namun yang paling kelihatan adalah yang datangnya dari pesaing. Pesaing secara aktif berusaha untuk menyaingi keberhasilan perusahaan tersebut.

Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif. Dengan cara memfokuskan para pelanggan & membangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungannya. Arus Informasi antara perusahaan dan pelanggan :

  • Informasi yang menerangkan kebutuhan produk
  • Informasi yang menerangkan penggunaan produk
  • Informasi yang menerangkan kepuasan produk
  1. PERENCANAAN STARTEGIS UNTUK SUMBER INFORMASI

Jika informasi akan digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan keuntungan kompetitif maka penggunaannya harus direncanakan. Lebih dari itu perencanaan tersebut harus dilakukan oleh eksekutif perusahaan dan harus bersifat jangka panjang. Aktifitas perencanaan yang menidentifikasikan sumber-sumber informasi yang akan yang akan diperlukan pada masa yang akan datang dan cara penggunaannya dinamakan SPIR (Strategic Planning for Information Resources). Gagasan utama yang mendasari SPIR ini adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan rencana  untuk sumber-sumber informasinya. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

Berdasarkan survey selama tahun delapan puluhan mengungkapkan bahwa SPIR adalah hal yang paling penting kaitannya dengan penggunaan komputer dalam bisnis. Namun demikian manajemen belum menyadari akan pentingnya SPIR ini. Kesadaran tersebut berkembang secara bertahap.

Gagasan utama dari SPIR adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan sumber-sumber informasi. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk pencapaian tujuan. Perencanaan yang digunakan Top Down :

a)      BSP IBM (Business System Planning)merupakan Pendekatan studi total, Setiap manajer diinterview untuk menentukan kebutuhan informasi, kemudian sistem diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan informasi.

b)      CSF (Critical Success Factor), merupakan Perencanaan sumber informasi dengan mengidentifikasi kunci keberhasilan yang nenentukan keberhasilan dan kegagalan

c)       Transformasi susunan strategis, merupakan Misi, Tujuan, strategi dari perusahaan merupakan dasar tujuan, batasan, strategi perencanaan sistem.

Proses pentransformasian dari susunan strategi organisasi menjadi susunan strategi SIM dinamakan proses perencanaan strategi SIM

  1. MANAJEMEN DAN STRATEGI  END USER COMPUTING

Bila CIO mempunyai pengaruh, sumber-sumber informasi perusahaan juga akan mengalami perubahan. Selama beberapa tahun, trend operasi pelayanan informasi terpusat telah berubah menjadi trend pendistribusian sumber-sumber komputerisasi keseluruh perusahaan, terutama dalam bentuk mikrokomputer. Sebagian besar dari peralatan yang didistribusikan ini digunakan oleh pemakaian yang tidak mempunyai pemahaman komputer secara khusus. Aplikasi-aplikasi dari pemakai ini terdiri atas software tertulis yang telah dibuat oleh bagian unit pelayanan informasi atau diperoleh dari sumber-sumber luar. Namun demikian, ada juga pemakai yang hanya mengunakan komputer. Selain itu juga ada yang mendisain dan mengimplementasikan aplikasinya sendiri.

Sekarang perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk mengolah sumber-sumber informasi yang tersebar tersebut . Salah satu study pertama mengenai end-user dilakukan pada tahun 1993 oleh John Rockart dari MIT dan Lauren S. Flannery, seorang mahasiswa jurusan MIT. Mereka menginterview 200 end-user ditujuh perusahaan dan menidentifikasi enam jenis yaitu:

a)      End-User Non-Pemrograman, merupakan Pemakai (user) hanya mempunyai pemahaman komputer yang sedikit atau mungkin tak punya sama sekali, dan hanya menggunakan sofware yang telah dibuat oleh orang lain. User ini berkomunikasi dengan hadware dengan bantuan menu dan mengandalkan orang lain untuk memberikan bantuan teknis.

b)      User Tingkatan Perintah, yaitu Pemakai (user) yang menggunakan sofware tertulis yang telah tersedia, selain itu juga menggunakan 4GL untuk mengakses database dan membuat laporan khusus.

c)       Progemmer End-User, yaitu pemakaian (user) yang  dapat menulis programnya sendiri dan menggunakan bahasa programan. Karena mempunyai pemahaman komputer yang lebih baik, biasanya menghasilkan informasi untuk pemakian non-programan dan pemakai tingkat perintah. Contoh pemakai jenis ini adalah aktuaris (penaksir), analis keuangan, dan insiyur.

d)      Personel Pendukung Fungsional, merupakn Pemakai yang ditugaskan di unit fungsional perusahaan dan menangani penggunaan komputer. Dan mempunyai tingkatan sebagai ahli seperti yang ada di unit pelayanan informasi.

e)      Personel Pendukung Komputerisasi End-User, yaitu Spesialis informasi yang ditugaskan di unit pelayanan informasi, namun membantu end-user dalam pengembangan sistem.

f)       Programmer DP, merupakan golongan programer khusus, yang ditugaskan di pelayanan informasi, yang diharapkan memberikan dukungan kepada end-user. Dukungan ini biasanya diberikan untuk menentukan harga kontrak.

Kita telah mnggunakan istilah end-user computing untuk menjelaskan pengembangan sistem berdasarkan komputer oleh orang yang mengunakan output dari sistem tersebut. Penekanannya adalah pada pengembangan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Suzanna Rivard dari Ecole des Hautes etudes Commerciales, Montreal dan Sid L. Huff dari University of Western Ontario, dalam study mereka terhadap 272 end-user. Mereka membatasi klasifikasi mereka terhadap tiga kategoti tengah yang dikemukakan oleh Rockart dan Flannery:

  • User tingatan perintah
  • Pemrograman end-user
  • Personel pendukung fungsional

2. APLIKASI END-USER POTENSIAL

Nampaknya beralasan bila ada anggapan bahwa end-user lebih berusaha menerapkan aplikasinya untuk memenuhi kebutuhan informasinya sendiri atau kebutuhan informasi untuk unitnya, dari pada untuk kebutuhan informasi perusahaan. Oleh karena itu, end-user sebenarnya tidak mengembangkan aplikasi pemrosesan data, MIS, dan otomatisasi kantor, seperti voice mail dan video conferencing, sebab ia biasanya mengimplementasikan secara umum. Juga, end-user sebenarnya tidak boleh mengembangkan expert system karena sistem ini mempunyai sifat khusus.

Hal ini berarti bahwa end-user computing hanya terbatas pada aplikasi DSS dan otomatisasi kantor, seperti word processing, pengiriman elektronik, dan pengkalenderan elektronik, yang dapat disesuaikan dengan sekelompok kecil pemakai.

Dengan memahami aplikasi yang mana yang mungkin dikembangkan dan yang mungkin tidak bisa dikembangkan oleh end-user , maka hal ini akan menjadi teka-teki bagi arah perkembangan en-user computing. Ia membrikan indikasi mengenai bagaimana end-user dan spesialis informasi akan berdampingan dimasa mendatang.

3. TAHAP PERTUMBUHAN END-USER COMPUTING

Selama jangka waktu yang pendek ketika end-user computing telah mendapatkan popularitas, para pemakai dan aplikasi mereka menjadi lebih canggih. Kita telah melihat bagaimana Richard Nolan menggunakan tahapan siklus hidup untuk mendefinisikan evolusi jangka panjang penggunaan perusahaan dalam penggunaan komputer. Cara yang sama dapat dilakukan untuk mendeskripsikan evolusi end-user computing dalam perusahaan.

Sid Huff bersama dengan Malcolm Munro, profesor pada University of Calgary, dan Barbara Marin, seorang konsultan free-lance, menjelaskan bagaiman aplikasi end-user berevolusimelalui tahapan pertumbuhan dan menjadi lebih matang pada setiap tahapan tersebut. Mereka mendefinisikan kematangan dengan istilah connectivity – yaitu kemampuan aplikasi-aplikasi untuk saling berinterface melalui transfer data.

Isolasi, selama tahap isolasi, pemakai melihat tiap aplikasi sebagai entry yang terpisah. Pemakai menerima dukungan nyata yang sedikit dari sistem dan pemakai ini menggunakan sistem tersebut terutama untuk mendapatkan pengenalan dengan pemrosesan komputer.

Sound-Alone, pemakai mulai melihat hubungan logis antara sistem-sistemnya. Dalam usahanya untuk memadukan sistem tersebut, pemakai biasanya akan memasukkan kembalioutput dari satu sistem untuk meberikan input kepada sistem lain.

Integrasi Manual, para pemakai mulai menukarkan data diantara mereka dan dengan fasilitas komputerisasi sentral. Namun demikian, pertukaran ini dilakukan dengan mentransfer file dari satu program ke program yang lain biasanya dalam bentuk disket. Contohnya adalah penggunaan file dBASE sebagai input bagi spreadsheet 1-2-3. jika pelayanan informasi tidak menentukan standar untuk aktivitas ini, maka pemakai mebuat standarnya sendiri.

Integritas Otomatisasi, pemakai bisa menukar data dengan database sentral dengan menggunakan jaringan komunikasi . pertukaran ini dilakukan oleh DBMS yang mengelola database sentral. Agar dapat membuat dan mengunakan system ini, pemakai harus menyesuaikan standar yang telah ditentukan oleh pelayanan informasi.

Integrasi Terdistribusi, pada tingkat kematangan yang paling tinggi ini, aplikasi end-user berada pada tingkat organisasional, kelompok kerja, dan pemakai perorangan. Database terpisah didistribusikan ke seluruh perusahaan pada setiap tingkat, dan integrasi dilakukan oleh DBMS terdistribusi.

Professor Munro dan Huff, bersama dengan mahasiswa S2 dari University British Columbia, Gary Moore, mempelajari status end-user computing di 47 organisasi, dan mendapati bahwa tak ada perusahaan yang dijadikan obyek studi tersebut telah mencapai tahap kematangan integrasi terdistribusinya. Mungkin hal tersebut disebabkan adanya kebutuhan DBMS yang lebih canggih untuk mendukung database terdistribusinya. Namun demikian, muff, Munro, dan Martin, mendapatkan suatu kesimpulan bahwa, “walaupun dengan alat yang lebih baik, pasti akan ada hal (point) – yang belum diketahui – yang berada diatas jangkauan pemakai, yang tidak akan bias dijelajahi oleh pemakai.

4. FAKTOR YANG MENDORONG END-USER COMPUTING

Pada sebagian besar perusahaan, bagian pelayanan informasi terlalu banyak muatan kerja dan disitu terdapat antrean panjang pekerjaan yang menunggu pengimplemenstasiannya. Adanya timbunan pelayanan informasi ini merupakan sebab utama mengapa end-user computing menjadi popular, dimana pemakai menjadi tidak sabar dan memutuskan untuk melakukan pekerjaannya sendiri.

Faktor lain adalah murahnya dan mudahnya penggunaan hardware dan software. Pemakai dapat membeli PC dan beberapa software pengembangan aplikasi dengan hanya seribu dolar atau sekitarnya, seringkali tidak usah melalui channel yang resmi.

Pemahaman pemakaimengenai komputer dan informasi juga merupakan faktor menjadi populernya en-user omputing ini. Sekarang semakin banyak pemakai yang telah mempelajari keterampilan komputer di sekolah dan mereka mempunyaikeyaknan yang kuat terhadap kemampuannya ini. Mereka tidak ragu-ragu lagi untuk mengembangkan dan membuat aplikasinya sendiri.

Beberapa pemakai terdorong oleh prospek mengenai diperolehnya kemampuan untuk melakukan kontrol yag lebih cermat atas komputerisasi mereka. Pandangan ini diakibatkan oleh ketidakpercayaan mereka terhadap pelayanan informasi. Mungkin ada beberapa kasu-kasus kesalahan dan penembusan keamanan dalam pelayanan informasi.

Pemakai mungkin juga terdorong untuk mengurangi biaya pemrosesan. Situadi ini terjadi dalam perusahaan yang memindahkan pembiayaan pengembangan dan penggunaan sistemkepada departemen yang memakai sistem tersebut, dan biaya tersebut diangap terlalu tinggi.

Pengaruh atau dorongan eksekutif juga merupaka faktor. Phillip Ein-Dor dan Eli Segev, profesor pada Tel Aviv Univeristy, mangumpulkan data dari 21 perusahaan d wilayah Los Angeles dan mendapatkan bahwa persentasi end-user manajemen dan non-manajemen akan lebih tinggi jika CEO adalah pemakai.

5. KEUNTUNGAN DARI END-USER COMPUTING

End-user computing memberika kuntunga baik kepada perusahaan maupun pemakai. Pertama, perusaaa akan memperoleh keuntungan dengan memindahkan beberapa muatan kerja dari bagian pelayanan informasi kepada end-user. Hal ini memungkinkan bagian pelayaan informasi untuk mengembangkan sistem organisasional yang mungkin lebih menjadi muatan kerja yang menumpuk selama beberapa bulan atau tahun. Ia juga memungkinkannya lebih mempunyai waktu untuk memelihara sistem yang  telah berada pada komputer.

Kedua, tidak dikutsertakannya spesialis informasi dalam proses pengembangan bisa mengatasi masalah yang telah menggangu pengimpleentasian sepanjang era komputer – yaitu komunikasi. Banyak pemakai yang tidak memahami jargon komputer yang diungkapkan spesialis informasi, dan banyak spesialis informasi yang tidak memahami tugas atau tanggung jawab pemakai. Karena para pemakai memahami kebutuhannya sendiri dengan lebh baik dari pada orang lain, maka ketika mereka mengembangkan sistem mereka sendiri, mereka mungkin akan lebih puas dengan hasilnya. Mereka juga mempunyai perasaan memiliki – “ini adalah sistem saya.”

Hasil akhir dari kedua keuntungan tersebut adalah bahwa akan tercapainya tingkat keterampilan penggunaan komputer yang lebih tinggi. Sedangkan keuntungan yang paling penting adalah dalam dukungan kebutuhan pemakai dalam memecahkan masalah dan sistem memberikan apa yang dibutuhkan oleh pemakai.

6. STRATEGI END-USER COMPUTING

Tugas perusahaan adalah untuk menetapkan kebijaksanaan end-user computing yang memberikan fleksibilitas kepada pemakai untuk melekukan inovasi dalam penggunaan komputer, namun juga harus menetapkan kontrol untuk memastikan bahwa penggunaan tersebut mendukung tujuan perusahaan.

Suatu strategi yang telah terkenal adalah penetapan atau pembangunan pusat informasi, ini merupakan pemecahan yang dapatdiimplemestasikan dengan cepat, namun hal ini harus diikuti oleh perubahan-perubahan yang mendasar dari sifat-sifat yang telah permanen. Sutu contoh perubahan yang mendasar ini adalahbahwa pelayanan informasi melepaskan tugas sebagai pemrosesan dan ia diberi tugas khusus untuk mengontrol jaringan. Pada bagian dibawah ini, kita akan membahas dua strategi tersebut.

PUSAT INFORMASI

Information center (pusat informasi) adalah area dalam perusahaan yang berisi sumber-sumber komputerisasi yang perlu dikembangkan oleh pemakai dan dengan aplikasinya sendiri. Sumber-sumber tersebut meliputi hardware, seperti terminal, mikros, printer, letter-quality, plotter, dan juga meliputi software, seperti paket spreadsheet elektronik, DBMS, 4GL, dan paket grafik. Disitu terdapat pula spesialis informasi, yang ditugaskan untuk membantu pemakai dalam mengembangkan atau membuat sistemnya. Tujuan dari hal ini adalah agar pemakai mendapatkan kepuasan dalam menggunakan komputer.

IBM  Canada dianggap yang membangun pusat komputer yang pertama pada tahun1974, dan ide tersebut secara cepat tersebarke berbagai perusahaan-perusahaan. Beberapa  pusatnya bersifat sangat sederhana, yaitu hanya dikelola oleh satu orang. Sedangkan yang lain memiliki lebih dari 50 spesialis yang dapat membantu para pemakai. Rata-rata ada 8 spesialis yang menjadi staff di satu pusat informasi itu.

Pusat informasi yang baru dibuka setiap tahunnya, namun berbagai pusat yang sudah tua ditutup. Perusahaan merasa bahwa pusat-pusat tersebut memberikan kegunaan; para pemakai bisa mengembangkan apa yang menjadi kepuasannya dan mereka dapat emperoleh sumber-sumber mereka sendiri. Itulah yang terjadi di Quaker Oats. Pusat informasinya dibuka pada tahun 1984, dankurang dari tiga tahun, perusahaan tersebut mencapai tujuannya. Lebih dari dua ribu pemakai diberi pelatihan, dan lebih dari 1200 mikros dan tiga ribu paket software telah diinstal.

Salah satu masalah yang berkaitan dengan pusat informasi ini adalah perelokasian para spesialis. Mereka dapat diberi berbagai tugas dalam perusahaan, dengan dipekerjakan di pelayanan informasi atau dipekerjakan di departemen pemakai. Strategi yagmungkin dengan menugaskan mereka delam area perusahaan yang ketinggalzn dalam menggunakan komputer.

KONTROL JARINGAN

Seorang profesor MIT dan konsultan, John D. Donovan menggambarkan penyebaran end-user computingdalam suatu organisasi dengan diagram tiga dimensi, yag terlihat pada gambar 19.14. Aksis X menunjukkan bagaimana perusahaan mendistribusikan peralatan komputerisasinya , dan aksis Y menunjukkan bagaimana perusahaan mendesentralisasi proses pengembangan sistemnya.

Bila perusahaan menaikan aksis Y dari gambar tersebu, maka pemakai menjadi lebih mampu merancang dan mengembangkan sistemnya sendiri, tidak tergantung kepada unit pelayanan informasi sentralaksis Z juga menunjukkan bagaimana perusahaan mendesentralisasikan pembuatan keputusan mengenai sumber-sumberinformasinya – yaitu membuat keputusan, misalnyaperalatan yang bagaimana yang akan didapatkan dan aplikasi apa yang akan dikembangkan.

Point awal dari ketiga aksis itu adalah gambaran tempat perusahaan pada waktu pertama kali menggunakan komputer. Segala sesuatunya telah dilakukan dalam pelayanan informasi sentral. Sebagian perusahaan telah bergerak ke point A, yang disebut sebagai Big brother (keluarga besar). Disini, peralatan didistribusikan, namun pelayanan informasi masih mebuat keputusan dan mengembangkan sistem. Masalah yang dihadapi perusahaan ketika ia berada di point A adalah terjadinya momentum diman trend end-user computing muncul. Jauh sebelumnya, permintaan akan dukungan informasi meningkat begitu besar, dan pelayana informasi tidak bisa mengatasi permintaan ini.

Dalam situasi ini, perusahaan bisa melakukan salah satu dai tiga strategi dasar. Ia dapat memberika keleluasaan kepada pemakai untuk menentukan aplikasi mana yang ia ingin kembangkan, namun pelayanan informasi mengembangkannyajuga. Strategi ini menggerakan perusahaan ke point B, yang diebut Helping Hand pelayana inforamsi juga membiarkan pemakai untuk mengembangkan sistemnya sendiri, namun pelayanan informasi yang memutuskan sistem yang akan dikembangkan tersebut. Ini berada di point C, yang disebut Watchdog.

Menurut Donovan, point Helping Hand dan Watchdog ini tidak memiliki tujuan jangka panjang yang berguna. Bila penggunaan komputer meluas ke area-area lain, seperti sistem informasi eksekutif dan expert system, maka akan lebih sulit bagi pelayanan informasi untuk memberikan semua bantuan yang dibutuhkan oleh point Helping Hand. Juga, mustahil bagi unit pelayanan informasi sentral untuk mengawasi segala sesuatu yang terjadi pada point Watchdog. Oleh karena itu, tujuan terakhir dari perusahaan adalah mencapai point D. Pada point ini, sumber-sumber komputerisasi diberikan dan pembuatan keputusan mengenai sumber-sumber tersebut didesentralisasi. Tanggung jawab utama pelayanan informasi adalah menghubungkan network ke sumber-sumber tersebut.

Agar pencapaian status network ini lancar, Donovan menyarankan bahwa CIO harus memelopori meninggalkan atau melepaskan sumber-sumber komputerisasi perusahaan dan membiarkannya agar dikontrol oleh departemen yang menggunakannya. Tujuan CIO dan pelayanan informasi adalah terjadinya penyambungan atau hubungan dalam network.

Jika car diatas benar-benar dilakukan, nampaknya akan menarik. Satu pertanyan mengenai aplikasi yang kita kemukakan sebelumnya maka tidak akan berlaku lagi bagi end-user computing. Jika pelayanan informasi melepaskan diri dari sumber-sumber pemrosesan, maka siapa yang akan mengembangkan dan memelihara sistem pemrosesan data, MIS, aplikasi OA berskala perusahaan, dan expert system? Secara realistis, tujuan seharusnya tidak berada di point D, namun pada tempat yang mendekati  point D. Pelayanan informasi mungkin dapat melepaskan diri dari porsi besar  pengurusan sumber-sumber pemrosesan.

  1. KESIMPULAN

IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen. Bila konsep manajemen sumber informasi ini diterapkan, maka akan mendapatkan beberapa keuntungan kompetitif, diantaranya :

  • Terjalinnya hubungan yang baik antara elemen-elemen
  • Diperlukan arus informasi dengan semua elemen-elemen lingkungannya
  • Pentingnya efisiensi operasi internal
  1. DAFTAR PUSTAKA

http://mayahapsari.wordpress.com/2011/10/27/manajemen-sumber-informasi