Perkembangan Sistem Basis data

  1. Pendahuluan

Perkembangan sistem basis data semakin tahun semakin berkembang dengan untuk mengelola data dan infomasi agar dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat akan data spasial yang semakin meningkat melalui kegiatan peningkatan pendayagunaan basis data untuk menunjang berbagai kegiatan yang dibutuhkan manusia. Dari berbagai kegiatan ini memberikan suatu kemudahan kepada pengguna data melalui pemanfaatan sistem penelusuran dan pemrosesan data.

Pada tahun 2005, kegiatan-kegiatan yang khusus didedikasikan
untuk meningkatkan kinerja pengelolaan basisdata adalah: pengembangan sistem informasi sumber daya dan berbagai pembenahan sistem backup data Dengan demikian penelusuran informasi ketersediaan data dapat dilakukan dengan lebih mudah, karena data sudah dikelompokkan dan disimpan pada direktori yang terstruktur.

Salah satu kegiatan terkini dalam rangka pengelolaan basis data adalah Pengembangan dan Pendayagunaan Sumberdaya Lahan Pertanian untuk Menunjang Pembangunan Pertanian. Kegiatan ini telah menghasilkan sistem katalog secara spasial untuk ketersediaan data peta analog maupun digital. Selain sistem katalog, untuk mempermudah penyebaran informasi dan pelayanan jarak jauh ke daerah, telah dibuat informasi Sumberdaya Lahan dalam bentuk CD Interaktif dan Sistem Informasi Evaluasi Sumbedaya Lahan Pertanian berbasis web (SIESLAP).

Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang
perkembangan basis data terkini beserta produk-produknya, agar khalayak khususnya pengguna data dari kalangan akademisi, peneliti, maupun para praktisi mengetahui dan memahaminya sehingga mereka diharapkan dapat menjadi ‘educated customer’ yang dapat memanfaatkannya sistem dan produk basis data secara optimal sesuai dengan kebutuhannya.

2.   Pembahasan

Definisi  Basis  data  (database),  menurut  ensiklopedia  bebas berbahasa  Indonesia (Wikipedia,  2007)  adalah  kumpulan  informasi yang  disimpan  di  dalam  komputer  secara  sistematik  sehingga  dapat diperiksa  menggunakan  suatu  program  komputer  untuk  memperoleh informasi  dari  basis  data  tersebut. Perangkat  lunak  yang  digunakan untuk mengelola dan memanggil basis data disebut system manajemen basis data (database management system, DBMS).DBMS adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternativepenggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya. dalam DBMS terdapat beberapa model basisdata yang digunakan yang menyatakan hubungan antara record” yang ada dalam basisdatanya:

  • Flat file (Tabular) : data terletak didalam tabel tunggal
  • Hirarchical : mengunakan polan parent-child, contoh ????
  • Network : atau disebut DBTG (database task group) or CODASYL (converence on data system language)
  • Relational : terdiri dari tabel” termonalisasi dengan field” kunci sebagai penghubung relational antar table

Beberapa model data yang terdapat pada DBMS:

  1. Model Data adalah himpunan deksripsi data level tinggi yang dikonstruksi untuk menyembunyikan beberapa detail dari penyimpanan level rendah. Beberapa manajemen basis data didasarkan pada model data relasional, model data hirarkis,atau model data jaringan
  2. Model hirarkis biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua-anak. Setiap simpul (biasa dinyatakan dengan lingkaran atau kotak) menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya disebut orang tua. Setiap orang tua bisa memiliki satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak (hubungan 1:M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul – simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebua anak. Simpul orang tua yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Simpul yang tidak mempunyi anak disebut daun. Adapun hubungan antara anak dan orang tua disebut cabang.
  3. Model jaringan distandarisasi pda tahun 1971 oleh Data Base Task Group (DBTG). Itulah sebabnya disebut model DBTG. Model ini juga disebut model CODASYL (Conference on Data System Languages), karena DBTG adalah bagian dari CODASYL. Model ini menyerupai model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang tua. Oleh karena sifatnya demikian, model ini bisa menyatakan hubungan 1:1 (satu arang tua punya satu anak), 1:M (satu orang tua punya banyak anak), maupun N:M (beberapa anak bisa mempunyai beberapa orang tua). Pada model jaringan, orang tua diseut pemilik dan anak disebut anggota.
  4. Model relasional adalah model data yang paling banyak digunakan saat ini.Pembahasan pokok pada model ini adalah relasi, yang dimisalkan sebagai himpunan dari record. Deskripsi data dalam istilah model data disebut skema. Pada model relasional, skema untuk relasi ditentukan oleh nama, nama dari tiap field (atau atribut atau kolom), dan tipe dari tiap field.

Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam :

  • Perangkat Keras
  • Perangkat Lunak
  • Data
  • Pengguna, selain itu ada beberapa komponen fungsional dalam system ini yaitu:
  1. File manager : mengelola alokasi kebutuhan ruang penyimpanan (storage) basisdata beserta struktur-struktur yang digunakan untuk merepresentasikan informasi yang disimpan di dalam disk.
  2. Database Manager : menyediakan interface antara data low-level yang disimpan didalam basisdata dengan program-program aplikasi dan queries yang dikirimkan ke system.
  3. Query processor : menterjemahkan pernyataan-pernyataan bahasa query ke dalam instruksi-instruksi low-level yang dimengerti oleh database manager.
  4. DML precompiler : mengkonversi pernyataan-pernyataan DML yang dimasukkan di dalam program aplikasi ke dalam pemanggilan prosedur normal di dalam bahasa induknya. Procompiler harus berinteraksi dengan query processor untuk membuat kode-kode yang diperlukan.
  5. DDL compiler : mengkonversi pernyataan DDL ke dalam sekumpulan table yang mengandung metadata atau “data mengenai data

Keuntungan Penggunaan DBMS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan, yaitu :

  • Kebebasan data dan akses yang efisien
  • Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
  • Integritas dan keamanan data
  • Administrasi keseragaman data
  • Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).
  • untuk mengorganisasi dan mengelola data dalam jumlah besar
  • untuk membantu dalam melindungi data dari kerusakan yang disebabkan pengaksesan yang tidak sah
  • memudahkan dalam pengambilan data
  • untuk memudahkan dalam pengaksesan data secara bersamaan dalam suatu jaringan

Level Abstraksi Dalam DBMS

Data dalam DBMS dapat digambarkan dalam tiga level abstraksi, yaitu konseptual, fisik, dan eksternal. Data definition language (DDL) digunakan untuk mendefinisikan skema eksternal dan konseptual. Semua vendor DBMS menyertakan perintah SQL untuk menggambarkan aspek dari skema fisik. Informasi tentang skema konseptual, eksternal dan fisik disimpan dalam katalog sistem. Memiliki beberapa tinjauan (views), skema konseptual tunggal (logical) dan skema fisik.

  • Menggambarkan bagaimana cara user melihat data
  • Skema konseptual mendefinisikan struktur logika
  • Skema fisikal menggambarkan file dan indeks yang digunakan

Skema didefinisikan menggunakan DDL (Data Definition Language), data dimodifikasi dengan menggunakan DML (Data Management Language)

Basis data memiliki bahasa tersendiri yaitu antara lain:

  1. Data Definition Language (DDL), merujuk pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk mendefinisikan objek – objek basis data, seperti membuat sebuah tabel basis data atau indeks primer atau sekunder.
  2. Data Manipulation Language (DML), mengacu pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk melakukan manipulasi data, seperti penyimpanan data ke suatu tabel, kemudian mengubahnya dan menghapusnya atau hanya sekedar menampilkannya kembali.

pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut:

  • Kecepatan dan kemudahan (Speed)
  • Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
  • Keakuratan (Accuracy)
  • Ketersediaan (Avaibility)
  • Kelengkapan (Completeness)
  • Keamanan (Security)
  • Kebersamaan pemakaian (Sharability)

Ada beberapa program yang menggunakan database yaitu:

  1. SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database. Menurut ANSI (American National Standards Institute), bahasa ini merupakan standar untuk relational database management systems (RDBMS): Pernyataan-pernyataan SQL digunakan untuk melakukan beberapa tugas seperti : update data pada database atau menampilkan data dari database. Hampir semua software database mengimplementasikan bahasa SQL sebagai komponen utama dari produknya, salah satunya MySQL.
  2. MySQLUntuk melakukan administrasi dalam basis data MySQL, dapat menggunakan modul yang sudah termasuk yaitu command-line (perintah: mysql dan mysqladmin). Juga dapat di-download dari situs MySQL yaitu sebuah modul berbasis grafik (GUI): MySQL Administrator dan MySQL Query Browser. Selain itu terdapat juga sebuah perangkat lunak gratis untuk administrasi basis data MySQL berbasis web yang sangat populer yaitu phpMyAdmin. Untuk perangkat lunak untuk administrasi basis data MySQL yang dijual secara komersial antara lain: MySQL front, Navicat dan EMS SQL Manager for MySQLPerintah dasar MySQL Bahasa SQL memiliki struktur yang mudah dipahami karena perintah – perintahnya pada dasarnya dibuat dari bahasa Inggris. Sehingga kita dapat melakukan perintah – perintah SQL ke dalam database MySQL, yaitu:
  • Memasukkan atau menambah record baru ke dalam database.
  • Mengeksekusi query database
  • Mengambil data dari database
  • Mengubah record pada database
  • Menghapus record pada database

Perintah SQL dapat diketik dengan huruf besar atau kecil (non case sensitive). Setelah selesai mengetik perintah di MySQL harus diakhiri dengan tanda titik koma sebagai penanda akhir dari perintah MySQL. Perintah SQL dapat diketik dengan huruf besar atau kecil (non case sensitive). Setelah selesai mengetik perintah di MySQL harus diakhiri dengan tanda titik koma sebagai penanda akhir dari perintah MySQL.

Sistem  basis data  dan  informasi merupakan  perpaduan  antara kombinasi  sumberdaya  manusia  dan  sumberdaya  teknis,  yang dilengkapi  prosedur  organisasi,  yang  memproduksi  informasi  dalam mendukung kebutuhan manajemen. Data adalah kumpulan fakta, untuk dapat  menjadi  informasi,  data  harus  diproses  agar  mudah  dipahami, bermanfaat  dan  dapat  digunakan. Aktifitas  sistem  basis data  dimulai dari pengumpulan, mengolahan, penyimpanan, pemeliharaan, retrieval, analisis,  dan  diseminasi  data.  Efektifitas  sistem  tersebut  tergantung pada  kondisi  data  yang  harus  selalu  terbaru,  akurat,  lengkap,  dan mempunyai  aksesibilitas  tinggi  bagi  pengguna. Dalam  perjalanannya  sistem  basisdata  BBSDLP  mengalami beberapa  kali  perubahan.  Sebelum  tahun  1987,  pengelolaan  data dilakukan  secara  manual  oleh  sub  bagian  dokumentasi  di  bawah Bagian Pendayagunaan  Hasil  Penelitian  dan  Bagian  Kartografi  di bawah Kelompok Peneliti Pedologi.

Pengelolaan basisdata secara digital dimulai saat kegiatan LREPP I tahun  1987.  Untuk  memperlancar  pengolahan  data  dibentuklah  Unit Komputer  sebagai unit  yang melayani pengolahan data  terutama peta secara  digital.  Sistem  pengelolaan  data  pada  awalnya  dibagi  dalam sub-sub unit, yaitu:

  1. Sistem  Informasi Geografi untuk mengolah data grafik,
  2. Database untuk mengolah data entry dan  tabular,
  3. Sistem yang  mengelola  hardware  dan  software  serta  maintenance,  dan
  4. Sekretariat untuk mengelola administrasi unit.

Tahun  2002,  sejalan  dengan  perubahan  organisasi pengelolaan basisdata  dilakukan  oleh  masing-masing  Balai  Penelitian, yang pada saat itu basis data hanya berfungsi sebagai  pusat  pengumpul  data final. Dengan perkembangan  teknologi  yang semakin pesat dan  tuntutan layanan  informasi  yang  semakin  tinggi,  maka  sistem  pengelolaan basisdata BBSDLP dikembangkan menjadi lebih luas. Fungsi basisdata bukan hanya mengolah data akan tetapi juga membangun sistem back up,  penelusuran  data  yang  semakin  banyak,  katalog,  penyediaan informasi data, sistem informasi, dan DSS yang mudah dimengerti dan diakses  pengguna. Kelebihan  lain yang dimil iki oleh sistem berjenjang  ini  adalah  setiap  saat  dapat  di lakukannya  update data  dan  knowledge  secara  independent  pada  setiap  jenjang oleh  unit/bagian,  sesuai  dengan  kompetensi  dan  keahl iannya. Dengan  demikian,  sistem  semacam  ini  diharapkan  dapat mewujudkan  tercapainya  aplikasi  basisdata  sumberdaya  lahan yang memiliki keunggulan realtime, online dan up to date.

  1. Sistem Jaringan BBSDLP

Untuk  meningkatkan  kelancaran  pengelolaan  basisdata  tidak terlepas  dari  sarana  sistem  jaringan  baik  intranet  maupun  internet. Infrastruktur  jaringan  lokal  (Local Area Network – LAN)  telah dibangun sejak  tahun  1993,  akan  tetapi  pemanfaatan  jaringan  tersebut  hanya sebatas  pertukaran  data  dalam  unit  basisdata  dan  pada  ruang-ruang utama  untuk  sarana  presentasi  hasil.  Tahun  1996/1996  baru dikembangkan  sistem  jaringan  untuk  interchange  data  antar  unit  di lingkup  BBSDLP.  Dan  Tahun  2004/2005  sistem  jaringan  tidak  hanya intranet akan  tetapi  juga dikembangkan ke penggunaan  internet untuk melayani kebutuhan penelitian. Dengan adanya sistem jaringan ini, lalu lintas pengolahan data antar bagian  atau  unit  menjadi  lebih  cepat  dan  mudah  dilakukan.  Hanya keterbatasan  dari  sistem  jaringan LAN  yang ada masih menggunakan media  transmisi  berupa  kabel  Unshielded  Twisted  Pair  (UTP). Walau relatif  lebih murah,  tetapi media  ini hanya efektif digunakan pada  jarak yang pendek. Pada  jarak yang  jauh atau panjang, mudah  terpengaruh oleh  gangguan  dan  kecepatan  data  yang  dapat  ditransfer  terbatas. Sistem  jaringan  BBSDLP  masih  perlu  ditingkatkan  secara  nir  kabel broadband. Sehingga  jangkauan  jaringan menjadi  lebih  luas dan  lebih banyak pengguna dapat mengakses jaringan tersebut.

2.   Sistem Pengelolaan Data

Untuk  mendukung  pelayanan  informasi  kepada  masyarakat, kontinuitas     penyediaan data perlu dijaga. Sistem pengelolaan data juga harus diperhatikan. Data yang sudah  terkumpul harus memiliki backup sehingga kehilangan data dapat dicegah. Sistem backup data dan penyebaran informasi akan dapat dilakukan dengan  baik,  jika  data  dikelola  dengan  benar. Standardisasi  terhadap attribute  data  spasial  harus  dilaksanakan  untuk  terbentuk  DataSheet minimum  yang baku,  sehingga memudahkan proses  data  selanjutnya, seperti  penggabungan,  penyajian  informasi  secara  konvensional  atau digital  dan  lain-lain.  Hal  tersebut  sangat  diperlukan,  karena  sebagian besar  data  yang  terhimpun  masih  berdasarkan  indeks  lembar  peta Bakosurtanal. Padahal dengan adanya otonomi daerah, informasi yang diinginkan  berbasis  lokasi.  Untuk  itu  sistem  basisdata  sumberdaya lahan  dari  entri  data,  backup,  pengelolaan  sampai  penyebaran informasi mempertimbangkan hal-hal tersebut. Biasanya system backup data dilakukan dengan media CD-R, Sistem  backup  data  ini  harus  terus menerus  diperbaharui sesuai  dengan  perkembangan  data  dan  teknologi  terkini,  sehingga restore data dapat dilakukan dengan mudah. Selain itu, perlu dilakukan pengecekan  kekonsistensian  data  (recovery),  dimana  jika  terjadi kesalahan  dapat  dilakukan  perbaikan  dengan  segera.  Sistem  masih perlu  dikembangkan  lagi  dengan  menggunakan  media  backup  yang lebih aman dan sistem penyimpan yang lebih baik.

3.  Sistem Katalog

Untuk  mempermudah  dan  meningkatkan  pelayanan  informasi tentang  peta-peta  yang  telah  dihasilkan  BBSDLP,  telah  disusun  dan dilakukan  beberapa  kali  penyempurnaan  katalog.  Katalog  pertama adalah  Katalog  Peta-peta  Tanah  yang  disusun  pada  tahun  1972, selanjutnya  dilakukan  beberapa  kali  penyempurnaan,  yaitu:  Keadaan Peta Tanah di Indonesia (1978), Daftar Peta Tanah (1988), Daftar Peta Sumberdaya Lahan  (1996), dan Atlas  Indeks Peta Digital Sumberdaya Lahan  Puslitbangtanak  (2002).  Katalog-katalog  tersebut  masih  dibuat dalam bentuk manual/konvensional.

Sejalan dengan perkembangan  teknologi dan untuk mempermudah penelusuran  data  yang  semakin  banyak,  pembuatan  daftar  peta-peta tersebut  dilakukan  secara  komputerisasi  dengan  membangun  sistem penelusuran  data  yang  telah  disimpan,  metadata,  dan  katalog  digital baik  dalam  bentuk  tabular  maupun  spasial. Selain itu pengemasan catalog dapat  disajikan  lebih ringkas  dan  mudah  dibawa.  Sistem  katalog  digital  tersebut  memiliki kelebihan dapat dilakukan pencarian data  secara otomatis dan online, sehingga informasi yang dibutuhkan dapat cepat diperoleh.

4.  Sistem Diseminasi Data

Untuk  keperluan  sosialisasi  dan  diseminasi  kepada  masyarakat pengguna  diperlukan  dukungan  pengelolaan  informasi  yang  baik. Peningkatan  pemanfaatan  informasi  sumberdaya  lahan  dan  adopsi teknologi  diperlukan  upaya  diseminasi  yang  lebih  efektif.  Salah  satu media  penyebaran  informasi  sumberdaya  lahan  yang  komprehensif adalah melalui CD-interaktif.   Dalam pembuatan model paket  informasi sumberdaya  lahan  dengan  CD  interaktif  ini  harus  disertai  dengan standar  penyediaan  informasi,  antara  lain  standar  layanan  informasi minimum, dan standar pengelolaan dokumen, agar format yang dipakai menjadi  format  yang mudah digunakan dan dimengerti oleh pengguna.

Saat ini telah dihasilkan beberapa macam CD Interaktif sumberdaya lahan  pertanian  sebagai  media  untuk  diseminasi  hasil  penelitian  dan kegiatan  BBSDLP. Berbagai  jenis  CD  Interaktif  tersebut  adalah:

  • CD  Interaktif  untuk  seminar,  seperti:  Centenial Commemoration of Soil Research  Institute, Seminar Multifungsi Lahan Pertanian. CD  Interaktif  ini berisi makalah,  jadwal seminar,  tujuan, dan lain-lain.
  • Kumpulan  paper/makalah,  seperti:  Kumpulan  Makalah Mltifungsi  Lahan  Pertanian,
  • Laporan  Penelitian  untuk  kegiatan, antara  lain:  Primatani,  dan  P4MI  di  5  KABUPATEN.  CD  Interaktif  ini bersifat  sangat  teknis  dengan menampilkan  laporan  secara  utuh  dan peta-peta  hasil  penelitian  kegiatan  terkait
  • CD  Interaktif Sumberdaya Lahan Pertanian. Untuk  tahap pertama baru dibuat untuk 2  Provinsi,  yaitu  Provinsi  Kalimantan  Barat  dan  Provinsi  Jawa  Barat. CD  Interaktif  ini  menyajikan  informasi  tentang  Sumberdaya  Lahan Pertanian,  dan  katalog  peta-peta  dan  hasil-hasil  penelitian  yang  telah dilakukan  di  BBSDLP  berdasarkan  daerah  administrasi
  • CD Interaktif Katalog yang menyajikan  tentang katalog baik secara spasial maupun tabular tentang peta-peta yang telah dihasilkan oleh BBSDLP.

Sedangkan  sistem  informasi  yang  telah  dibuat  dalam  bentuk  CD-interaktif  adalah  sistem  informasi  evaluasi  lahan  pertanian  berbasis web. Sistem ini merupakan pelayanan informasi tentang evaluasi lahan (crop  modelling)  yang  lebih  mudah  digunakan  dan  dapat  dilakukan secara jarak jauh.

Setiap CD Interaktif Sumberdaya Lahan Pertanian ditampilkan peta-peta  sumberdaya  lahan  pertanian  dan  foto  galeri. Data  peta  (spasial) disajikan  secara  interaktif.  Peta-peta  tersebut  disimpan  dalam  bentuk project  yang  dibuat  dalam  program ArcExplorer. Ada  dua  format  data yang  disajikan  dalam  menu  peta  yakni  SHP  (ArcView/ArcInfo)  dan bitmap  (JPG/BMP).  Pada  galeri  foto  disajikan  sejumlah  foto  terkait dengan  tema  CD  Interaktif.  Galeri  foto  disajikan  dalam  dua  model album elektronik, yaitu foto aktif berukuran besar dan berupa thumbnail. Dalam penyajiannya, terdapat beberapa istilah-istilah teknis/ilmiah yang digunakan.  Untuk  membantu  pengguna  memahami  istilah-istilah tersebut, disediakan daftar istilah.

Sistem  diseminasi  ini  memiliki  kelebihan  mudah  digunakan  dan bersifat interaktif. Hanya saja, cara ini masih bersifat offline, yang hanya dapat  dilakukan  secara  stand-alone.  Dengan  demikian  penyebaran informasinya  menjadi  terbatas.  Sistem  ini  masih  harus  ditingkatkan menjadi  layanan  (service)  secara  online.  Pengembangan  yang  bisa dilakukan  ke  depan,  adalah  baik  penyajian  informasi,  pemesanan  / permintaan  dan  pengiriman  datanya  maupun  pembayarannya,  dapat dilakukan secara online melalui situs BBSDLP.

3.  Kesimpulan:

Database merupakan komponen dasar dari sebuah sistem informasi dan pengembangan serta penggunaannya sebaiknya dipandang dari perspektif kebutuhan organisasi yang lebih besar. Oleh karena itu siklus hidup sebuah system informasi organisasi berhubungan dengan siklus hidup sistem database yang mendukungnya.Sistem Manajemen Basis Data adalah perangkat lunak yang mendukung manajemen data dalam jumlah besar. DBMS dan BBSDLP menyediakan akses data yang efisien, kebebasan data, integritas data, keamanan, dan pengembangan aplikasi yang cepat, selain itu peningkatan penyediaan  data dan  informasi  yang  semakin  diperlukan  oleh  masyarakat,  sistem pengelolaan  data  dan  informasi  baik  digital  maupun  analog  hasil penelitian  dan  pemetaan  sumberdaya  lahan.

Era  konvensional  terjadi  sebelum  tahun  1987,  dicirikan  oleh pengelolaan data yang dilakukan secara manual. Sesudah  tahun 1987 sistem basis  data memasuki  era  dijital  yang  terbagi menjadi dua  tahap Tahap  pertama era  dijital dimulai dengan dibentuknya  unit komputer  yang  dilengkapi  dengan  Geographical  Information  Sistem (GIS)  dan  digital  image  processing.    Tahap  kedua  era  dijital  dimulai tahun  2002  yang  ditandai  dengan  perluasan  fungsi  basisdata  yang bukan hanya mengolah data akan tetapi juga membangun sistem back up,  penelusuran  data  yang  semakin  banyak,  katalog,  penyediaan informasi data, sistem informasi, dan Decision Support System (DSS).

Sampai  saat  ini,  sistem  yang  telah  berjalan  tersebut  masih  terus dikembangkan  dan  disempurnakan.  Proses  penyempurnaannya

dilakukan secara  terus menerus, sejalan dengan kebutuhan pengguna dan tuntutan perkembangan teknologi IT. Di samping itu, sistem pengelolaan basisdata juga terus ditingkatkan sesuai dengan  fungsinya. Katalog data berupa  tabular maupun spasial terus  menerus  diperbaharui  sejalan  dengan  bertambahnya  data, sedangkan media  penyajian  informasi  yang menggunakan  format  CD interaktif  berbasis  web  akan  dibuat  untuk  semua  propinsi.    Modus penyajian secara off line semacam ini akan ditingkatkan menjadi online dan real time melalui jaringan internet. Sejalan  dengan  tuntutan  perkembangan  ilmu  pengetahuan  dan teknologi berbasis IT dan konsultasi sumberdaya lahan berbasis expert system,  akan  dilakukan  pengembangan  aplikasi  “knowledge-based” dan Decission Support Sistem (DSS) berbasis web. Untuk itu, DSS P & K  dan  Sistem  informasi  evaluasi  lahan  berbasis  web  yang  telah dikembangkan akan terus disempurnakan.

Sumber:

  1. http://www.ittelkom.ac.id
  2. http://www.asep-hs.web.ugm.ac.id
  3. http://www.idsn.or.id/index.php?option=com_content&task=view&
    id=75&Itemid=106
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data
  5. Fathansyah, Basis Data, Informatika Bandung, Bandung, 2002
  6. http://www.cs.ui.ac.id/kuliah/BasisData/FileKuliah/db02-2.PDF
  7. Martina, Inge, 36 Jam Belajar Komputer Visual FoxPro 6.0, PT Elek Media
    Komputindo, Jakarta, 2001.
  8. Shofiyati, R. dan S. Bachri. 2005. Laporan Akhir Pendayagunaan
    Basisdata Tanah dan Iklim Untuk Menunjang Pembangunan
    Pertanian.
  9. Haryono. 2004. Menuju Good Governance Melalui E-Government.
    Workshop E-Government dan IAARD Webmail. Cipanas, 24-25
    Juni 2004. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
    Jakarta.